0 menit baca 0 %

kakankemenag Siak Ikuti Workshop Pengawasan Peneguhan Pancasila Bagi ASN di jakarta

Ringkasan: Jakarta (Inmas) Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Peneguhan Pancasila bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, (29/05/2017) di Bilangan Mangga Dua Jakarta Pusat.Bertempat di Hotel Novotel, Itjen Kemenag menyelenggarakan kegiatan yang mengambil tema Work...

Jakarta (Inmas) – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Peneguhan Pancasila bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, (29/05/2017) di Bilangan Mangga Dua Jakarta Pusat.

Bertempat di Hotel Novotel, Itjen Kemenag menyelenggarakan kegiatan yang mengambil tema “Workshop Pengawasan Melalui Peneguhan Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara.” Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 29-31 Mei 2017 ini diikuti oleh Pimpinan Unit Eselon I Pusat, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Se-Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama Se-Indonesia, Kepala Balai Litbang/Balai Diklat Keagamaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom yang mengikuti kegiatan Workshop Pengawasan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama tersebut saat dikonfirmasi menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti Workshop sebanyak 770 orang, dan kegiatan tersebut dibuka oleh Sekjend Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nur Syam.

Plt. Irjen, Nur Syam menyampaikan arahannya sekaligus membuka acara bahwa kegiatan ini dipandang sangat penting sebab kementerian agama adalah salah satu penyangga penting dalam rangka membangun kehidupan keberagamaan, bernegara, dan berkebangsaan. Nur Syam pun mengungkapkan “sebagai warga negara Republik Indonesia maka wajib mempertahankan UUD 45, meneguhkan NKRI dan keberagamaan, ini yang saya pikir penting dalam tema kita pada workshop kali ini,” ungkapnya.

Kegiatan peneguhan Pancasila bagi ASN Kemenag yang diselenggarakan Itjen, Nur Syam melihat sangat relevan dengan tugas fungsi Itjen. Mengapa dinilai sangat tepat, ia menandaskan, karena salah satu tugas fungsi Itjen adalah melakukan pengawasan, pendampingan, dan pemeriksaan terhadap ASN di lingkungan Kemenag.

Plt. Irjen ini pun dengan tegas menuturkan urgensi instrumen-instrumen pendukung sebagai sarana preventif untuk melindungi Kemenag dari paham-paham yang tidak sejalan dengan Pancasila. Tidak lagi tergantung pada CAT, harus pula dilihat rekam jejaknya. Mindsetnya harus memperlihatkan mereka setia pada pancasila. Haruslah ada isntrumen untuk mendeteksi itu. Pada saringannya awal jangan sampai ada pribadi yang anti Pancasila, anti NKRI tidak terdeteksi dan akhirnya lulus prajabatan, dan akhirnya menjadi anggota korps kita,” tegasnya.

Plt. Irjen pun menyampaikan bahwa penting kiranya untuk merespon ungkapan Presiden, bahwa kita sedang memasuki era darurat terorisme atau radikalisme. "Sebagai ASN, karena jelas dinyatakan dalam sumpah tersebut kita harus patuh terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, sehingga pimpinan Kemenag harus memiliki keinginan melakukan evaluasi dan monitoring ASN di bawah kita," ucap Nur Syam.

Usai membuka acara, Nur Syam menuliskan ungkapan/quote di atas kanvas dengan tulisan "Peneguhan Pancasila, harga mati bagi ASN Kementerian Agama". Quote ini selanjutnya diserahkan Plt. Irjen kepada Sesitjen Hilmi Muhammadiyah. (Hd)