0 menit baca 0 %

Kakankemenag Siak Hadiri Peresmian Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II

Ringkasan: Siak (Inmas) Rabu, (24/01/18), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menghadiri peresmian Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II yang diresmikan oleh Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si. Peresmian Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II ini juga disertai dengan meresmikan jembat...

Siak (Inmas) – Rabu, (24/01/18), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menghadiri peresmian Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II yang diresmikan oleh Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si. Peresmian Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II ini juga disertai dengan meresmikan jembatan Datuk Tanah Datar dan Jembatan Datuk Pesisir di kawasan Kecamatan Mempura yang nantinya akan menjadi destinasi wisata baru.

Peresmian pemakaian gedung megah dan dua jembatan yang indah ini, tentu memiliki makna tersendiri di hati setiap orang yang melihatnya serta warga masyarakat Negeri Istana sebagai daerah pariwisata di Pulau Sumatera. Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si saat meresmikan gedung tersebut mengatakan, pembangunan landmark baru Siak tersebut tidak hanya mengadopsi filosofi Melayu dalam segi konstruksi, melainkan juga tata letak. Sejak zaman sultan dahulu, pembangunan gedung selalu berada di areal water front city. Inilah kemudian mengapa letak gedung daerah ini berada pada tepian Sungai Siak. ‘’Lihatlah bangunan lama di Siak ini semuanya menghadap ke Sungai Siak. Istana Siak, Balai Kerapatan Adat, Masjid Sultan semuanya menghadap ke Sungai Siak,’’ sebut Syamsuar.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak, Irving Kahar mengatakan, pembangunan gedung daerah Sultan Syarif Kasim II dibangun di atas lahan seluas 10 hektare.  Namun sampai saat ini baru dimanfaatkan sekitar 3,8 hektare.  Tujuannya guna menyiapkan gedung yang representatif, berkualitas dan strategis. Total anggaran yang dihabiskan untuk membangun bangunan megah tersebut mencapai Rp135 miliar lebih. Untuk desain bangunannya sendiri dijelaskan Irving mengadopsi bentuk combol yang merupakan bahagian dari tepak sirih. Combol tersebut diartikan sebagai lambang keramahan masyarakat Melayu Siak yang sangat welcome dan hormat kepada tamu yang datang sebagai wujud dari silaturahmi. ‘’Bentuk combol tersebut selanjutnya diselaraskan dengan konstruksi gedung daerah Sultan Syarif Kasim II dengan bentuk atap yang bulat.  Dengan menampilkan wajah gedung sebagai bangunan publik yang megah dan atraktif serta fleksibel dilihat dari sudut pandang manapun,’’ ujar Irving.

Pada bagian atas konstruksi atap gedung daerah SSK II dilengkapi dengan lampu pelangi yang berwarna merah, kuning dan hijau yang merupakan warna Melayu. Selain itu, pada bagian depan gedung juga dibangun grand plaza yang dibuat sebagai tempat berkumpul dan area penampung pengunjung untuk menikmati view Sungai Siak dan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. ‘’Untuk kapasitas tampung gedung daerah ini mencapai 2.000 orang. Gedung ini dilengkapi dua akses pintu masuk dan keluar,  yang saat ini sedang dalam tahap pengerasan,’’ pungkasnya.