Siak (Humas) – "Surga itu adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna, yang tidak ada di dalamnya kekurangan sama sekali, ia disediakan Allah SWT bagi mereka yang mentaati perintah-Nya, Allah SWT dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh imam Al Bukhari dan Abu Khurairah menyampaikan: Aku sediakan bagi hamba-hamba ku yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Itulah sejatinya surga yang di abadikan oleh Allah SWT", kata Dr. H. M. Yahya Waloni (mantan seorang pendata) ketika memberikan ceramah di Masjid Al Fatah Jalan DR. Sutomo Siak Sri Indrapura.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada 4 golongan yang dirindukan syurga, Pertama, orang yang senantiasa membaca al-Quran. Al Quran sebagai wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada baginda nabi Muhammad Saw yang menjadi pedoman bagi setiap umat manusia. Jika satu buku memiliki suatu nilai manfaat dari setiap isinya, maka al Quran jauh lebih banyak memiliki manfaat dan menjadi tuntunan hidup atau pegangan manusia. Apakah kita menyadari di antara deretan huruf yang jumlahnya , lebih kurang 6666, 30 juz dan 114 surat, yang jika di bacakan hati menjadi tenang, bisa dengan mudah di hafal oleh semua kalangan bahkan anak-anak sekalipun, mempunyai nilai sastra yang sangat indah, mengandung peristiwa masa lalu, begitupun masa depan, tuntunan ibadah berupa syariat yang di tetapkan oleh Allah SWT, bahkan banyak rahasia science terungkap karenanya.
Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya bisa mengakibatkan peperangan yang semula damai menjadi konflik.
Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan (dermawan). Sungguh, Allah yang Maha rahman, rahim, maha pemberi , dan hakim yang paling adil itu akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain.
Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan , Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, Puasa menjadi tolak ukur keberadaan seorang hamba, karena dengan puasa yang benar, Ramadhan yang di manfaatkan, akan banyak kebaikan yang di peroleh di dalamnya, dalam puasa melatih kejujuran, antara manusia dengan manusia lainnya, antara seorang hamba kepada Tuhan-Nya, dan di bulan puasa menjadi tempat yang baik untuk beramal karena setiap amal di lipat gandakan, bahkan malam lailatul qadr ada di antaranya.
Tampak hadir pada ceramah tersebut Asisten III, Drs Jamuludin, Kepala Kankemenag Siak Drs. H. Muharom, Kepala SKPD dan para Pegawai Negeri dan Honorer dilingkungan Pemkab Siak. (gn)
*edit by novam