Siak (Inmas) Usai melaksanakan Muscab beberapa pekan lalu, Kepengurusan LAMR Kabupaten Siak untuk periode 2018 2023 dikukuhkan oleh MKA LAMR Provinsi Riau Al Azhar didampingi Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, Kamis (8/2/2018) di gedung LAMR Kabupaten Siak, Riau. Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom hadir dalam pelantikan pengurus LAMR Kabupaten Siak 2018 2023. Drs. H. Muharom yang tampil dengan pakaian adat melayu lengkap ini juga termasuk ke dalam kepengurusan LAMR Kabupaten Siak bagian keagamaan bersama Ka Subbag TU Kankemenag Siak, Drs. H. Nursya dan H. Muhyaruddin Matondang, S.Ag (Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah).
Pada acara tersebut, Drs. H. Syamsuar, M.Si selaku Datuk Setia Amanah Siak menyampaikan tahniah kepada pengurus Lembaga Adat Melayu Riau. LAMR sangat penting dan miliki peran strategis dalam mensukseskan pembangunan daerah dan berpengaruh mengatur tatanan masyarakat yang lebih baik. Inilah yang menjadi latar belakang tokoh Melayu Riau dari berbagai latar dan profesi, yaitu pejabat pemerintahan, ulama, ilmuwan dan cendekiawan dari perguruan tinggi di Riau, budayawan, seniman, sastrawan, serta orang patut-patut yang berasal dari lingkungan kekuasaan tradisional Melayu Riau saat membentuk LAMR tahun 1970, kata Syamsuar.
Sesuai dengan tujuannya dibentuk, lanjut Bupati Siak, perkumpulan pemuka adat Melayu Riau di Siak ini harus dapat menggalang persatuan, kesatuan, pendapat dan pikiran serta membangkitkan batang terendam yang diwariskan oleh para pendahulu di Provinsi Riau. Batang terendam itu ialah jati diri dan Identitas Kebudayaan Melayu dalam dinamika ke-Indonesia-an. Pengurus mesti mampu melestarikan nilai-nilai adat dan nilai-nilai sosial budaya, kata Syamsuar sembari mengajak kita semua untuk bersatu padu mendukung gerak langkah dan program kerja para pengurus LAMR Kabupaten Siak.
Sesuai dengan Visi Misi Pembangunan Daerah dengan azam untuk menjadikan Negeri Istana sebagai pusat pengembangan budaya melayu dan destinasi pariwisata semata, pengurus LAMR Kabupaten Siak mesti dapat menangkal masuknya budaya luar yang berdampak negatif. Perubahan pengetahuan, keyakinan, sikap dan prilaku budaya pada diri mereka akan berdampak besar pada nuansa budaya bangsa dimasa depan. Apabila terlambat mengantipasinya, tentu hal ini juga akan berdampak pada resiko kehilangan jati diri bangsa, ucap Bupati Siak yang sebentar lagi akan memasuki masa cuti karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau.
Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau, Al Azhar menyebutkan selamat atas dilantiknya pengurus LAMR Kabupaten Siak. Pengurus LAMR Kabupaten Siak, diminta dapat senantiasa mendukung pemerintah daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan di segala bidang terutama dalam bidang keagamaan, kebudayaan dan kemasyarakatan. Selain itu Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak juga diharapkan dapat memberikan kedudukan hukum menurut adat terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan hubungan sosial kepadatan dan keagamaan. Selanjutnya dapat membina dan mengembangkan nilai-nilai adat dalam rangka memperkaya, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional pada umumnya dan kebudayaan, serta menjaga, memelihara dan memanfaatkan kekayaan kampung adat untuk kesejahteraan masyarakat, imbunya lagi.
Penambalan Ketua MKA Datuk Sri H Nazir Katan dan Ketua DPH H Wan Said serta pengurus LAMR Kabupaten Siak untuk periode 2018 2023 ini dihadiri seluruh Ketua LAMR se Provinsi Riau, Datuk Timbalan Setia Amanah, Alfedri, tokoh masyarakat Siak, serta Forkorpinda Kabupaten Siak.