0 menit baca 0 %

KakanKemenag Siak Hadiri Kunjungan Kerja DPR RI di Kanwil Kemenag Riau

Ringkasan: Siak (Inmas) Rabu (18/04) Komisi VIII DPR RI gelar Kunjungan Kerja Spesifik ke Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Dalam rangka kunjungan Kerja ke Kanwil Kemenag Riau mengenai Efektifitas Kebijakan Pengawasan Terharap Pengelolaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggarah Perjalanan I...

Siak (Inmas) – Rabu (18/04) Komisi VIII DPR RI gelar Kunjungan Kerja Spesifik ke Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Dalam rangka kunjungan Kerja ke Kanwil Kemenag Riau mengenai Efektifitas Kebijakan Pengawasan Terharap Pengelolaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggarah Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PPIHK).

Kunjungan tersebut dihadiri 16 orang Panja Komisi VIII DPR RI yang diketua oleh Dr. Ir. H. D Sodik Mudjahid, M.Sc. kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Ahmad Supardi, MA, dan Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten I Riau H. Ahmad Syah Harrofie, S.H, M.H. Serta dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, serta pimpinan travel dan umrah yang beroperasi di Provinsi Riau.

Usai mengikuti Kunjungan kerja tersebut, Kakan Kemenag Kabupaten Siak H. Muharom menguraikan, “Kunjungan Kerja ini guna melihat langsung kondisi objektif permasalahan penyelenggaraan Umrah dan Haji khusus di Riau, serta mendengarkan aspirasi mengenai usulan kebijakan tentang Umrah dan Haji khusus sebagai langkah mempersiapkan Undang-Undang penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji”, jelasnya ketika ditemui diruang kerjanya Kamis (19/04).

Ia menyampaikan bahwa Ketua Tim Panja Komisi VIII DPR RI, Dr. Ir. H. D Sodik Mudjahid, M.Sc berharap agar adanya peningkatan fungsi Kemenag dan Pemerintah Kabupaten/Kota sampai tingkat Kecamatan betul-betul serius menangani permasalahan menyangkut Ibadah Haji dan Umrah berdasarkan syariat Islam.

“Inti dari Kunjungan Kerja tersebut adalah bagaimana kita bisa melakukan pembinaan dan pengawasan yang lebih hebat lagi kedepannya. Kita sebagai wadah jama’ah Haji harus membangun sebuah citra yang baik dan nyaman. Sehingga jama’ah kita bisa beribadah dengan mabrur, yang mana nantinya mampu berkontribusi membentuk karakter umat yang baik”, pungkasnya. (ICY)