Siak
(Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dalam
sambutan pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke X tingkat Kecamatan
Pusako mengatakan, bahwa dari kegiatan MTQ ini Program Maghrib Mengaji dan
program Membaca Al Qur'an di Siak bangkit. Menurut Muharom, program Maghrib
Mengaji memang sudah mulai ditinggalkan masyarakat dan sudah tergantikan acara
lain di televisi. "Ini lah yang harus kita galakan kembali. Semoga dari kegiatan
ini, masyarakat kembali menggalakan Program Maghrib Mengaji yang sudah mulai
ditinggalkan”.
"MTQ
adalah sarana syiar Islam. Salah satu faktor yang memacu dakwah adalah syiar.
MTQ adalah kegiatan yang monumental, sebagai tanda-tanda atau peringatan yang
mampu mengingatkan kita kepada Allah SWT. Acara MTQ semacam ini, harus dijaga
dan dipelihara sebagai peringatan, agar ummat dapat mengambil pelajaran
sebagaimana firman Allah SWT dalam QS al-Dzariyat: 55," demikian sambutan Kepala
Kankemenag Siak.
Sebagai
upaya memelihara Al-Quran, MTQ ini adalah bagian dari memelihara sekaligus
memaknai kembali al-Quran. Ketika Al-Qur’an difungsikan hanya sebagai sarana
pengusir syetan, sebagai pelaris dagangan, memperlancar bisnis, tolak bala,
enteng jodoh dan lain-lain yang tidak diamalkan secara ‘aqliyah dan naqliyah,
maka hal itu hanya menjadikan Qur’an sebagai kitab musiman, bahkan hanya
pajangan. Hanya pelengkap dan aksesoris belaka, tanpa kemampuan memahamai serta
mengaktualisasi isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Intinya
adalah, amalkan al-Qur’an secara kaffah (total) selalu jadikan pedoman kita
dalam setiap berusaha, bekerja, beribadah dan melakukan hubungan silaturahmi
dengan siapapun," demikian sambutan Muharom. (Hd)