Siak (Inmas) – Kamis, (21/12/17), Perwakilan dari para tokoh lintas agama dan unsur dari Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, Kankemenag Siak, Kesbangpol dan Polres Siak mengikuti kegiatan diskusi menarik yang bertajuk “Diskusi Intoleransi Umat Beragama Dalam Heterogenitas Kehidupan Masyarakat” bertempat di Gedung Mahratu, Kota Siak Sri Indrapura. Diskusi yang ditaja oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak ini bertujuan untuk menjaga komunikasi antar umat beragama terutama tokoh-tokoh agama agar saling bersinergi menjaga umat dan jema’atnya agar tetap menghormati dan menjaga nilai-nilai toleransi.
Acara diskusi ini, secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom. Dalam arahannya sebelum membuka secara secara resmi, Kepala Kankemenag Siak tersebut menyampaikan bahwa kondisi real bangsa Indonesia sangat majemuk terdiri dari berbagai suku, etnis, adat istiadat, norma dan agama, oleh karenanya untuk menghindari konflik dan gesekan sosial perlu diikat dengan kesamaan cita-cita perjuangan dan nilai-nilai luhur bangsa ini. Kita yang hadir pada saat ini sudah berbeda-beda, ada yang sukunya Melayu, Batak, Jawa, India Tamil, dan Tionghoa. Selain itu kita memiliki agama dan keyakinan yang berbeda-beda ada yang Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha dan Hindhu, demikian Beliau mencontohkan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta terdiri dari para tokoh agama lintas agama dan ormas keagamaan. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta diskusi untuk membuat kesepakatan antara lain, pertama, untuk tidak melihat perbedaan agama sebagai sumber perpecahan. Kedua, mengaplikasikan saling menghargai antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, menghargai perbedaan yang ada, keempat, mengintensifkan forum-forum komunikasi lintas agama agar tercapai harmonisasi antar umat beragama khususnya di Kabupaten Siak. (Hd)