Siak (Inmas) – Ahad, (08/12/19), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak membuka secara resmi tes tertulis dan wawancara calon Penyuluh Agama Islam Non PNS pada Kementerian Agama Kabupaten Siak. Dengan didampingi oleh Kepala Subbag TU, Drs. H. Nursya, Kasi Bimas Islam, H. Ahmad Muhaimin, S.Ag dan panitia, secara resmi Drs. H. Muharom juga menyerahkan paket soal yang masih tersegel dengan disaksikan oleh seluruh peserta tes yang ditempatkan di MTsN 1 Siak. “Penyuluh Agama memiliki peranan penting di kalangan akar rumput (grass roots). Peran tersebut adalah sebagai teladan, panutan, sekaligus sebagai rujukan dan tempat bertanya masyarakat tentang hal ihwal keagamaan”, ujarnya membuka.
Masih dalam sambutannya, Muharom kembali menegaskan sebagai penyuluh, harus memiliki kesadaran bahwa penyuluhan, penerangan, bimbingan, dan hal-hal terkait penjelasan hal ihwal keagamaan hendaknya memiliki penjelasan yang mencerahkan. “Saya ingin menggarisbawahi kata mencerahkan itu. Karena saudara-saudara penyuluh hakekatnya adalah para dai, juru penerang, maka sampaikanlah agama dengan pendekatan sedemikian rupa sehingga penjelasan saudara itu mencerahkan”, pesannya.
Begitu besar peran penyuluh agama, dengan posisinya menjadikan Penyuluh sebagai garda terdepan jajaran Kementerian Agama, sebagai pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan mental, moral dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. “Oleh sebab itu, kehadiran Penyuluh Agama ditengah-tengah masyarakat sangat dinantikan eksistensinya, Penyuluh agama hendaknya dapat menjadi barometer bagi pengamalan agama Islam, dimana agama yang mempunyai nilai-nilai universal dapat diapresiasikan oleh para penyuluh agama. Karena itu seorang penyuluh ditengah-tengah masyarakat adalah merupakan figur yang ditokohkan, pemuka agama, tempat untuk bertanya, begitu pula dengan adanya aliran keagamaan, hendaknya penyuluh agama dapat menjernihkan, tidak menambah keruh suasana akan tetapi hendaknya dikembalikan setiap permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat kepada sumber aslinya yaitu al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad,” tegasnya. (Hd)