0 menit baca 0 %

Kakankemenag Siak: Bahasa Inggris Sebagai Media Komunikasi Global

Ringkasan: Siak (Humas) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Siak, untuk pertama kalinya mengirimkan 2 siswanya Zuliansyah Putra Pratama ( Kelas X) dan Risma Sri Hardianty (Kelas XI) ke Pare Provinsi Jawa Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Kampung Inggris. Para pelajar tersebut akan menetap di Pare selama 6 bul...

Siak (Humas) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Siak, untuk pertama kalinya mengirimkan 2 siswanya Zuliansyah Putra Pratama ( Kelas X) dan Risma Sri Hardianty (Kelas XI) ke Pare Provinsi Jawa Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Kampung Inggris. Para pelajar tersebut akan menetap di Pare selama 6 bulan dalam rangka untuk memperlancar bahasa Inggris.

Acara pelepasan para pelajar tersebut dilakukan oleh Asisten I, DR. H. Fauzi Asni di damping Kankemenag Kabupaten Siak Drs. H. Muharom bertempat di MAN Siak jalan DR. Sutomo Siak Sri Indrapura. Turut hadir, selain Kepala MAN, Dra. Maita Yunilda, Kepala MTsN Siak Dra. Rasmida, Majelis Guru dan TU MAN Siak, Pengawas Madrasah, Drs. H. M. Rifai, para guru MAN, Orang Tua/ Wali Murid yang di berangkatkan ke Pare dan Siswa-Siswi MAN Siak.

Dalam sambutannya, Muharom mengatakan, "Apa yang dilakukan oleh MAN Siak dengan mengirimkan sejumlah siswanya ke Kampung Inggris (Pare) merupakan langkah tepat. Saya mengapresiasi kegiatan ini. sebuah kegiatan yang positif yang dilakukan leh MAN Siak."

Sebagai sarana komunikasi global, kata Muharom, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Sebagai bahasa pergaulan dunia, bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis, karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa saja melainkan sebagai media komunikasi global.

Dalam kesempatan tersebut, Muharom juga mengatakan bahwa keberadaan Madrasah di tengah masyarakat sangat dibutuhkan guna mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Apalagi saat ini Madrasah sudah cukup maju dengan melengkapi fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Pada dasarnya Madrasah mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan.

Lulusan Madrasah tidak kalah dengan lulusan sekolah umum, karena belajar di Madrasah tidak hanya mendapatkan ilmu-ilmu umum, juga memiliki wawasan kepribadian Islami yang kuat. Dengan demikian kata Muharom, para peserta didik dapat meraih dua kebahagiaan secara seimbang, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Sekali lagi saya sampaikam bahwa keputusan pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) mengirimkan 2 pelajar ke Pare Kampung Inggris merupakan tindakan yang sangat bijak. Hendaknya keputusan ini diikuti oleh sekolah-sekolah lain, sehingga para pelajar Kabupaten Siak dapat terampil berkomunikasi dalam bahasa Inggris,” Pungkasnya. (gn)