Siak (Inma) – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, kali ini mengambil tema kerja nyata untuk kemajuan Bangsa sebagai wujud Pengamalan Pancasila. Sebagai mana halnya di Daerah lain, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut dilaksanakan mulai dari ingkat pusat hingga tingkat kecamatan.
Di kabupaten Siak, Upacara peringatan hari kesaktian Pancasila tersebut dilaksanakan pada hari Senin (03/10/16) di Halaman Kantor Bupati Siak. Meski cuaca kurang bersahabat karena gerimis, namun upacara tersebut berlangsung khidmat.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si. Dijajaran barisan tampak ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Siak, Jajaran TNI, POLRI dan Instansi vertical mengikuti upacara tersebut dengan penuh penghayatan. Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si, Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom selaku Pembaca Do’a, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Forkopimda dan para undangan lainnya.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Inspektur Upacara mengatakan hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh Pemerintah untuk menanamkan pesan dihati masyarakat dan bangsa Indonesia, bahwanya Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak akan pernah tergantikan oleh paham apapun. "Ideologi Pancasila adalah final," ungkapnya.
usai upacara Wabub Siak menyebut Pancasila merupakan dasar negara yang mengatur seluruh tatanan kehidupan bangsa dan juga negara. “Segala sesuatu yang hubungannya dengan pelaksanaan sistem ketatanegaraan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang wajib atau harus berdasarkan Pancasila. Artinya semua peraturan yang berlaku harus bersumberkan kepada Pancasila” sebutnya.
Alfedri juga menyebut Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober, harus dijadikan sebagai kesempatan untuk merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila itu sendiri.
”Hal ini penting khususnya bagi generasi muda bangsa ini. Generasi baru tidak akan memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan atas bangsa ini tanpa mengenali sesungguhnya sejarah kehidupannya” ungkapnya.
Menurut dia, ditengah terpaan pengaruh kekuatan global, seluruh elemen bangsa seharusnya menguatkan dan memperlengkapi diri, salah satunya dengan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.
“Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai energi untuk membangun kembali jati diri bangsa ini. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu sendiri” pungkasnya (Awl)