0 menit baca 0 %

Kakankemenag Rohil Khutbah, jamaah Idul Fitri Masjid Agung Al-Ikhlas Melimpah

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Pada Idul Fitri tahun 1440 H ini berdasarkan Keputusan Bupati Rokan Hilir melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir, H. Agustiar, S.Ag bertindak sebagai khatib di Masjid Agung Alikhlas Jl.

Rokan Hilir (inmas)- Pada Idul Fitri tahun 1440 H ini berdasarkan Keputusan Bupati Rokan Hilir melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir, H. Agustiar, S.Ag bertindak sebagai khatib di Masjid Agung Alikhlas Jl. Utama, Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Ribuan umat Islam Bagansiapiapi Kab. Rokan Hilir berbondong-bondong memadati Masjid Agung Al ikhlas dari ruang utama, teras dan halaman masjid untuk menunaikan shalat Idul Fitri, Rabu (5/6).

Secara garis besar Kakankemenag dalam khotbahnya menyampaikan 4 hak. Pertama makna fitri setelah satu bulan melaksanakan puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lainnya. Kedua bersilaturrahmi, bahagiakan dan memohon maaf kepada orang tua. Ketiga H. Agustiar mengajak agar menjadi muslim yang mampu berbagi dengan muslim lainnya yang masih kurang beruntung dalam hidupnya. Dan yang keempat mengajak jamaah untuk saling maaf memaafkan.

Kakankemenag Rohil dalam khutbahnya mengatakan setiap kemenangan yang diperoleh manusia pasti menyenangkan, lebih-lebih jika kemenangan itu adalah hasil dari untaian meresapnya iman, yang terpancar oleh kalimat takbir yang dikumandangkan sebagai penutup ibadah puasa.

“Kemenangan itu ialah kemenangan melawan hawa nafsu dalam diri selama satu bulan di dalam Bulan Suci Ramadhan”, terang H. Agustiar.

Lebih lanjut H. Agustiar mengungkapkan dengan kalimat takbir dan tahmid, bulan suci Ramadhan sebagai tamu Agung yang datang setiap tahun mencari kaum Muslimin di seluruh dunia.

“Hari  ini dengan penuh kegembiraan campur haru, kita sama-sama melepas kepergian Ramadhan. Hari ini kita lepaskan Ramadhan, semoga masih berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Dan sekarang kita sama-sama menyambut Idul Fitri 1440 Hijriyah, hari kelahiran kembali fitrah kita. Fitrah yang sanggup membentuk kepribadian muslim dengan segala identitas dan dedikasinya, kita sambut kelahiran kesucian fitrah kita hari ini, “ ungkapnya.

Terkait dengan kedua orang tua Kakankemenag menjelaskan, Idul Fitri merupakan waktu tepat bagi kita untuk memberikan perhatian lebih dengan mengunjungi dan bersimpuh di depan mereka, meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kita buat selama ini kepada mereka.

"Inilah saat penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Inilah ladang amal bagi kita selaku anak yang berbakti kepada orang tua. Jika kita dengan ikhlas peduli, memberi kasih sayang dan membantu meringankan beban hidupnya, yakinlah, surga balasannya. Jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas. Demi Allah, sebanyak apa pun yang pernah kita berikan, apa pun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita, tidak akan setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita," ungkapnya.

Ia juga mengajak untuk mengingat perjuangan orang tua ketika kita masih kecil tak bisa berbuat apa-apa. Dengan penuh cinta orang tua kita menggendong kita, mencium kita dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini.

"Bagaimana sebaliknya ketika saat ini mereka tergeletak sakit sendirian di rumahnya? Sempatkah kita menengoknya? Berapa kali kita mengusap keningnya, menyuapinya dan menggantikan pakaiannya ketika ia terbaring sakit diatas tempat tidurnya? Seringkah kita memeluknya dengan penuh cinta sembari tersenyum sebagaimana ia lakukan saat kita kecil di pangkuannya?" tanyanya diiringi isak tangis jamaah.

Mengakhiri khutbah pertamanya Kakankemenag mengajak untuk saling memaafkan dengan sesama. Karena mungkin dengan puasa Ramadhan dosa-dosa kepada Allah, Allah menghapusnya. Namun belum tentu dengan dosa yang pernah dilakukan kepada sesama.

“usai shalat Ied ini datangi karib kerabat, para tetangga terutama orang-orang yang pernah kita salah, mintakan maaf darinya agar halal bertemu dengan yang halal, itulah istilah halal bihalal,” pungkasnya.

Usai menyelesaikan khutbah keduanya Kakankemenag sudah ditunggu jamaah untuk bersalam-salaman. Setelah selesai Kakankemenag beserta keluarga langsung menuju Bengkalis untuk bertemu Ibunya yang sudah usia lanjut sementara ayahnya sudah duluan pulang ke rahmatullah. (Nsh)