0 menit baca 0 %

Kakankemenag Meranti isi Kuliah Umum di STAI Nurul Hidayah Selatpanjang

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau H. Darwison, MA mengisi Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Selatpanjang Jumat pagi (07/09/2018). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Kampus Jalan Pahlawan Ujung Selatpanjang K...
Meranti (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau H. Darwison, MA mengisi Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Selatpanjang Jumat pagi (07/09/2018). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Kampus Jalan Pahlawan Ujung Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kuliah Umum tersebut mengambil tema "Revitalisasi peran alumni PAI dalam  pembentukan karakter bangsa menuju masyarakat Madani dalam bingkai NKRI". Hadir dalam Kuliah Umum tersebut Ketua STAI Nurul Hidayah Selatpanjang Syukron Darsyah, M.Pd.I, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Selatpanjang H. Syahril, M.Pd.I, para Wakil Ketua dan Ketua Program Studi PAI, para Dosen dan Mahasiswa STAI Nurul Hidayah Selatpanjang.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Selatpanjang Syukron Darsyah, M.Pd.I dalam sambutan pengantarnya mengucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan dari pemateri yang bisa hadir mengisi Kuliah Umum ini. Menurut Syukron Darsyah, Kuliah umum ini merupakan awal masuk pembelajaran Semester Genap Periode 2018/2019 di STAI Nurul Hidayah Selatpanjang. Syukron Darsyah juga berharap kepada para mahasiswa untuk mengambil hikmah dan ilmu dari pemateri untuk dipraktekkan dan  menjadi pemacu semangat dalam proses pembelajaran.

Diawal pemaparannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Darwison, MA menerangkan tentang Problematika Pendidikan Agama Islam saat ini yang harus menjadi perhatian yaitu materi agama yang diajarkan lebih kepada hafalan, Agama hanya dianggap sebagai ibadah saja yaitu Hubungan seorang hamba dengan penciptanya padahal ada aqidah, syariat dan Muamalat, penghayatan nilai nilai agama masih kurang dari semua unsur dan perhatikan dari pemerintah masih kurang terhadap pendidikan agama.

H. Darwison juga menyampaikan bahwa Agama merupakan pondasi awal bagi kehidupan. Menurutnya, mahasiswa nantinya harus menjadi pendidik yang profesional dan menjadi penggerak dan  pelopor bagi kemajuan agama. Dan yang paling penting yang harus dimiliki mahasiswa menurut H. Darwison yaitu ilmu, Keteladanan dan integritas.

Menurut H. Darwison, ada beberapa yang harus diperhatikan dan direvitalisasi yaitu paradigma pendidikan agama islam harus diubah, bukan hanya untuk akhirat saja, pembaharuan proses pembelajaran dan memasukkan nilai nilai agama dalam setiap mata pelajaran / mata kuliah.

Diakhir pemaparannya, H. Darwison berpesan kepada para mahasiswa untuk terus bersemangat dan  mempunyai visi dan misi serta menimbulkan integritas dan inovasi dalam setiap langkah yang akan ditempuh. (Tim Humas)