0 menit baca 0 %

Kakankemenag Kuansing: Pentingnya Bimwin Bagi Pasangan yang Akan Menikah

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin tahun 2018 telah sampai pada angkatan ke VI. Sejak dimulainya dari angkatan pertama sekitar bulan Maret yang lalu, peserta yang mengikutinya selalu full yaitu 60 orang. Dari seluruh peserta yang telah mengikuti Bimwin,...

Kuansing (Inmas), Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin tahun 2018 telah sampai pada angkatan ke VI. Sejak dimulainya dari angkatan pertama sekitar bulan Maret yang lalu, peserta yang mengikutinya selalu full yaitu 60 orang. Dari seluruh peserta yang telah mengikuti Bimwin, belum ada yang mengundurkan diri atau tidak hadir pada saat acara berlangsung.

Kesuksesan acara Bimwin ini tidak terlepas dari isi atau pun manfaat yang didapatkan oleh calon pengantin selepas mengikuti acara tersebut. Manfaatnya tidak hanya sebelum memasuki jenjang pernikahan, akan tetapi manfaat yang sebenarnya akan lebih terasa bila betul-betul sudah menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.

Pada hari Selasa (09/10/2018) Bimwin angkatan VI telah dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi. Pada acara pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA diminta untuk menyampaikan kata sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa Bimwin adalah program nasional yang sudah ditetapkan oleh Menteri Agama RI, jadi tidak ada alasan untuk mengecilkan makna ataupun tujuan dari acara tersebut. Bimwin ini sangat penting diikuti oleh setiap orang yang akan menikah, supaya keutuhan rumah tangga dapat dipertahankan jika dikemudian hari terdapat masalah. Kakankemenag juga berpesan kepada seluruh peserta, agar mengikuti acara Bimwin dengan sebaik mungkin, sungguh-sungguh, serius, dan disiplin.

Kakankemenag juga menjelaskan, "Bimwin adalah sarana untuk mendapatkan ilmu dalam menghadapi kehidupan berumah tangga. Karena ini sesuai dengan tujuan negara, yang menginginkan rumah tangga yang kokoh. Jika telah menjadi suami istri, jangan hanya karena sudah mengetahui kekurangan pasangan lantas ingin cepat-cepat berpisah, namun cari cara agar kekurangan itu dapat ditutupi atau diatasi. Jagalah diri dan pasangan sebaik mungkin. Jangan pernah menyakiti pasangan, baik secara fisik maupun non fisik."

"Adapun trik untuk menjaga agar rumah tangga tetap utuh dapat dilakukan dengan cara: 1) Sabar dengan keadaan yang ada, sambil terus mengupayakan perbaikan, 2) Menanamkan sifat ikhlas, dan 3) Jadikan tujuan pernikah adalah untuk mencari ridha Allah, bukan karena alasan keduniawian," jelas Kakankemenag di akhir sambutannya. (N/R)