Pekanbaru (Inmas),
Pondok Pesantren yang berkembang pesat di Indonesia yang bertujuan untuk
mendidik Putra Putri Indonesia, menjadi generasi yang beriman bertaqwa dan
mempunyai ilmu mumpuni dalam bidang keilmuan Agam Islam, Didikan yang utama di
Pondok Pesantren adalah tidak menggantungkan diri kepada orang lain. Belajar
mencukupi atau menolong diri sendiri. Al-I timaadu
ala-n-nafsi.
Pondok Pesantren
adalah tempat untuk berlatih agar menjadi orang yang suka menolong orang lain,
bukan yang hanya selalu minta tolong.
Ketika santri
mencuci pakaian sendiri, membersihkan tempat tidur sendiri, bertanggung jawab
atas kamar tempat tinggalnya, merupakan pendidikan untuk menolong diri sendiri.
Adapun disiplin
di Pondok Pesantren memberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mencari ilmu
tetapi juga menjaga santri dari kebablasan. Tidak juga ketat seperti
ย asrama jaman penjajahan. Jika seperti asrama jaman penjajahan, maka
output adalah pribadi yang bergerak menunggu perintah. Tidak kreatif, inisiatif
dan dinamis.
Santri yang
pernah belajar di pondok Pesantren akan siap pakai ditengah tengah masyarakat
setelah menamatkan diri belajar di Pondok Pesantren.
Berdasarkan hal
inilah H.Sofian ( Mantan Pejabat Pemerintah Kota Pekanbaru ), berinisiatip
mendirikan Pondok Pesantren di bawah Yayasan Jannatul Ma wa Riau, tidak
tanggung tanggung yayasan ini mendapuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Pekanbaru Dr.H.Edwar S.Umar.,M.Ag sebagai Ketua Pembina Bersama Dr.Wahyu Indra
Syohanda dengan Sekretaris Hj.Ratiyun Muchtar, dan Bendahara Hj. Aziah dengan
dewan Pengawas Mutiara Yaumil Atika.
Saat ditemui Tim
Inmas Kantor Kementerian Agama, Edwar merasa cukup bangga dipercayakan sebagai
ketua Pembina Yayasan ini, semoga niat yang baik dibarengi dengan usaha yang
baik diridhoi oleh Allah SWT. Aminn katanya menyudahi perbincangan itu ( Bustamar/
Idris )