0 menit baca 0 %

KakanKemenag Hadiri Pelantikan PCNU Pelalawan

Ringkasan: Pelalawan (Humas) – Bertempat di Gedung Balai Seminai Komplek Kantor Bupati Pelalawan, secara resmi pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Pelalawan masa khidmat 2013-2018 dilantik Ketua PWNU Riau Drs. H. Tarmizi Tohor,MA yang juga sehari-hari menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama...

Pelalawan (Humas) – Bertempat di Gedung Balai Seminai Komplek Kantor Bupati Pelalawan, secara resmi pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Pelalawan masa khidmat 2013-2018 dilantik Ketua PWNU Riau Drs. H. Tarmizi Tohor,MA yang juga sehari-hari menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Proses pelantikan Pengurus Cabang NU Pelalawan disaksikan Bupati HM Harris, Ketua DPRD Pelalawan Nasarudin, Sekda Drs. H. Tengku Mukhlis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Drs. H. Zulkifli, Ormas Islam, Tokoh Masyarakat, serta para undangan dari Kepolisian. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NU, selanjutnya pembacaan Surat Keputusan dan Pengukuhan. Kemudian sambutan dari Ketua PWNU Riau Drs. H.Tarimizi Tohor, MA yang mengajak umat Islam khususnya keluarga Besar NU sebagai penganut paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Kabupaten Pelalawan untuk lebih mencermati kehidupan beragama, membimbing umat untuk selalu mempertahankan Islam dalam kehidupannya serta membumikan Alquran dan Sunnah sebagai pedoman dalam hidup, baik sosial bermasyarakat dan bernegara.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Pelalawan HM Harris mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap kerja sama Pemerintah dengan Nahdatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia bahkan di dunia guna menyatukan persepsi dan tujuan membangun Kabupaten Pelalawan. “Umat Islam ke depannya harus lebih kuat lagi, terutama dalam menghadapi pasar global tahun 2025 atau lebih dikenal dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Selaku Ketua PC NU Kabupaten Pelalawan Drs.H. Salim Zaini, MA mengungkapkan, NU yang lahir pada tahun 1344 Hijriah atau tahun 1926 Masehi menjadi organisasi sosial terbesar di Indonesia bahkan di dunia yang harus mampu menjawab tantangan. Permasalahan Bangsa Indonesia adalah tantangan bagi NU, sebagai warga Nahdiyin NU. Betapa bahayanya pengaruh ideologi radikalisme dan liberalisme Barat, serta aliran sesat atau sempalan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa,“ ujarnya. (AA)

*Edit by ghp