Indragiri Hulu,(Inmas). Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Pesantren adalah laboratorium perdamaian, yang merypakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat.
Ada Sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian, yaitu :
Pertama ; Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa.
Kedua   ; Metode mengaji dan mengkaji.
Selain mendapatkan bimbingan, teladan, dan transfer ilmu langsung dari kiai, juga terbuka kajian yang bersumber dari berbagai kitab. Ketika ada masalah hukum, menggunakan metode bahsulmasail, sehingga para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik.
Ketiga ; Para santri diajarkan untuk khidmah(pengabdian).
Keempat ;Pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling membantu di kalanga santri.
Kelima ; Melalui kesenian dan sastra para santri mengedepankan pesan-peasn keindahan, harmoni, dan kedamaian.
Keenam ; Dialog kelompok membentuk santri berkarakter terbuka terhadap hal-hal berbeda dan baru.
Ketujuh ; Merawat kearifan lokal.
Kedelapan ; Prinsip Maslahat (kepentingan umum).
Kesembilan : Penanaman spiritual. Santri jauh dari pemberitaan intoleransi, pemberontakan tentang intoleransi, pemberontakan, apalagi teorisme.
Dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat. Negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitas kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya.
Demikian ringkasan sambutan presiden Joko Widodo terkait Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang dibacakan kepala kantor kementerian agama Kabupaten Indragiri Hulu ketika bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Indragiri Hulu, pusat pelaksanaan di pondok pesantren Khairul Ummah Batu Gajah Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu.(tulang)