0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Wisuda Santri Alkahfi Bangun Purba

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mewisuda santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Alkahfi Kec Bangun Purba, Kamis (19/6/2014) bertempat di kampus Ponpes Alkahfi, Kepala Bondar Kec Bangun Purba.

ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA,  mewisuda santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Alkahfi Kec Bangun Purba, Kamis (19/6/2014) bertempat di kampus Ponpes Alkahfi, Kepala Bondar Kec Bangun Purba.

Hadir dalam acara tersebut, selain Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Pembina Yayasan Alkahfi H Syafi’i, Ketua Yayasan beserta pengurus lainnya, Pimpinan Ponpes KH Rasmin Damri Lubis Lc, Ketua Komite Madrasah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, orang tua wali murid, dan umat Islam lainnya.

Wisuda secara khusus dihadiri oleh seorang tokoh masyarakat Tapanuli Selatan H Hasan Tanjung Lc MA.

Kakan Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam sambutannya, menyatakan bahwa ponpes adalah lembaga pendidikan yang cukup matang dan menjadi alternative bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya, sebab system pondok dinilai lebih baik dibandingkan dengan yang lain.

Dikatakannya, belajar di madrasah dan ponpes memiliki keunggulan tersendiri, yaitu mendapat ilmu pengetahuan umum dan juga ilmu pengetahuan agama.

Oleh karena itulah, maka Pemkab Rohul akan mencontoh system ponpes, dengan penerapan PDTW pada 16 SMP dan PDTU pada 2 SMA se Rohul. Hal ini dimaksudkan agar anak didik selain mendapatkan pelajaran umum seperti biasanya, juga akan mendapatkan pengetahuan agama secara lebih mendalam.  

Kepada para wisudawan, H Ahmad Supardi Hasibuan, menyampaikan 5 pesan penting, yang menurutnya, jika hal ini dilaksanakan dengan baik, akan memberikan manfaat yang cukup besar, dalam hidup dan kehidupan sehari-hari para alumni ponpes, yaitu :

Pertama, seluruh alumni ponpes termasuk para orang tuanya, agar bersyukur dapat sekolah dan menyekolahkan anaknya di madarasah, sebab pendidikan di madrasah, selain mendapatkan ilmu pengetahuan, juga mendapatkan sikap mental tangguh, dan kepribadian mulia, serta pembiasaan dalam bidang ibadah.

Kedua, diharapkan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, sebab ilmu yang diperoleh di ponpes ini masih kurang, apalagi tantangan yang dihadapi sekarang semakin berat. Makanya Nabi mengajarkan kepada ummatnya untuk menuntut ilmu sepanjang masa walau harus sampai ke negeri China.

Ketiga, diharapkan setelah selesai ponpes, jangan langsung berfikir untuk kawin, sebab umur masih cukup muda, dan dipandang belum memiliki kematangan untuk berkeluarga. Diharapkan agar seluruh alumni, menimba pengalaman terlebih dahulu, baru berfikir untuk menikah.

Keempat, diharapkan meningkatkan kreatifitas, sebab ternyata anak-anak ponpes itu memiliki potensi kreatifitas yang tinggi dan beragam. Kreatifitas ini harus dikembangkan, sebab terkadang ilmu yang banyak tanpa dibarengi dengan kreatifitas, maka ilmu yang banyak itu tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain dan bahkan oleh diri sendiri.

Kelima, jangan lupakan jasa guru dan orang tua, sebab orang-orang ini adalah orang yang sangat berperan dalam hidup seseorang. Kesuksesan seseorang sangat ditunjang dan ditentukan oleh guru dan orang tua. Oleh karenanya jangan sampai melupakan jasa kedua orang ini.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Alkahfi KH Rasmin Damri Lubis Lc, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh Dewan Pembina dan Dewan Penyantun, yang telah menyumbangkan sejumlah dana untuk membiayai Ponpes ini, sehingga pendidikan tetap berjalan secara normal.Ditambahkannya, Ponpes ini semakin tahun semakin diminati oleh masyarakat.

Dari tahun ke tahun, jumlah santri menunjukkan peningkatan, dan bahkan semakin beragam, ada yang dari Rohul, dari Tapanuli Selatan, dari Kota Pekanbaru, dan lain sebagainya.***(Ash)