0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Tinjau UN Paket B Ponpes Ar-Royyan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Drs H Syahruddin MSy, meninjau secara langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Paket B (setingkat MTs/SMP) pada Pondok Pesantren Ar-Royyan Aliantan Kec Kabun, Senin (22/4/2013) di Ali...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Drs H Syahruddin MSy, meninjau secara langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Paket B (setingkat MTs/SMP) pada Pondok Pesantren Ar-Royyan Aliantan Kec Kabun, Senin (22/4/2013) di Aliantan-Kabun. Dikatakannya, Ponpes Ar-Royyan adalah satu-satunya penyelenggara UN paket B di lingkungan Kemenag Rohul, yang diikuti sebanyak 14 orang peserta. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, UN berjalan dengan baik, tidak ada gangguan yang menghambat jalannya UN, semua soal dan LJK cukup, peserta UN hadir semua, pengawaspun hadir semua. Menurut Kakan, UN paket B ini setara dengan UN MTs/SMP, sehingga ijazahnyapun sama atau setara dengan ijazah MTs/SMP. UN paket B ini dikhususkan bagi pondok pesantren salafiah, sebab Ponpes ini bukan penyelenggara wajar dikdas Sembilan tahun. Ditambahkan Ahmad Supardi, MTs atau SMP adalah penyelenggara wajar dikdas 9 tahun dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama bagi MTs dan oleh Menteri Pendidikan Nasional bagi SMP. Sedangkan bagi Ponpes Salafiah, memiliki kurikulum sendiri secara otonom, sehingga perlu diberikan ijazah setara dengan ijazah MTs/SMP. Sehingga dengan demikian, tammatan ponpes salafiah dapat melanjutkan ke madrasah/sekolah lain yang lebih tinggi di atasnya, yaitu MA/SMU/SMK atau dapat langsung masuk dunia kerja. Ijazah paket B sama atau setara dengan ijazah MTs/SMP, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bagi orang tua murid tentang masa depan anaknya. Semua hak yang ada bagi tamatan MTs/SMP ada juga bagi tamatan paket B. Keduanya memang berbeda, namun memiliki hak-hak yang sama, tegasnya. Dalam kunjungannya di Ponpes Ar-Royyan, Kakan Kemenag melakukan dialog bersama civitas academika Ponpes Ar-Royyan bertempat di Perpustakaan H Umar Somad. Ponpes ini ternyata menerapkan wajib menggunakan bahasa arab dan inggris bagi santrinya setiap hari, kecuali hari libur. Dan bagi yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai ketentuan ponpes. Jika anak-anak tammat dari Ponpes Ar-Royyan ini, maka selain menguasai ilmu agama dengan berbasis kitab kuning, insya Allah juga akan mahir berbahasa arab dan berbahasa inggris, tegas Ahmad Supardi.***(Ash).