Kakan Kemenag Rohul Tinjau Ujian Akhir PDTW
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kasi Penamas Pekapontren Drs HA Rahman Jailani SAg tinjau pelaksanaan Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Takmiliyah Wushtha (PDTW) Alhidayah SMPN I Rambah Pasir Pengarayan, Senin (7/4) yang akan berlangsung selama tiga ha...
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kasi Penamas Pekapontren Drs HA Rahman Jailani SAg tinjau pelaksanaan Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Takmiliyah Wushtha (PDTW) Alhidayah SMPN I Rambah Pasir Pengarayan, Senin (7/4) yang akan berlangsung selama tiga hari, tanggal 7 s/d 9 Mei 2012 bertempat di SMPN 1 Rambah Pasir Pengarayan.
Ujian akhir PDTW diikuti sebanyak 52 orang peserta, tak hadir 2 orang karena sakit. Keduanya akan diikutkan ujian ulangan ketika mereka sudah sembuh.
Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan bahwa PDTW ini adalah lanjutan dari PDTA/MDA bagi anak anak SD selama empat tahun, sedangkan PDTW bagi anak anak SMP yang berlangsung selama dua tahun atau empat semester.
Dikatakannya, PDTW Alhidayah ini adalah satu satunya PDTW yang ada di Provinsi Riau, sedangkan di Kab/Kota lainnya belum ada sama sekali.
“Saya akan segera mengusulkan ke Kanwil Kemenag Riau agar PDTW ini dijadikan PDTW Model atau Percontohan di Provinsi Riau, sehingga nanti akan dicontoh oleh kab/kota lainnyaâ€, terangnya.
Adapun materi yang diujikan sesuai dengan penjelasan Ka PDTW Ismail SPd melalui Wakil Kepala Yusrial SAg adalah Alquran Hadits, Aqidah Akhlak, SKI. Fiqh Islam, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah.
Kakan Kemenag Rohul lebih lanjut menyatakan, berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, PDTW ini sangat bermanfaat bagi anak anak, sebagai kelanjutan dari PDTA/MDA.
Untuk itu ke depan Kakan Kemenag Rohul akan mengusulkan kepada Kadis Pendidikan dan Bupati Rohul agar di seluruh SMP se Rohul dibentuk PDTW, sebagaimana halnya di seluruh SD dibentuk PDTA.
Ahmad Supardi menjelaskan, Agama adalah benteng moralitas bangsa. Generasi muda harus dibentengi dengan ilmu dan pengamalan agama, sehingga para generasi muda tersebut dapat memfilter budaya asing yang tidak benar yang selalu merusak dan berupaya menjerumuskan para generasi muda dari rel kebenaran.
Tantangan yang dihadapi semakin kompleks, lautan yang akan diarungi semakin luas, ombak menghadangpun semakin kencang, semua bentuk kemaksiatan dapat dicontoh melalui dunia maya di rumah masing masing, maka untuk itu ilmu, pengamalan dan moralitas agama perlu ditingkatkan secara terus menerus, jelas pak Ahmad Supardi Hasibuan. (ash)