0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Tinjau Pelaksanaan UN di Tambusai Utara

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat MTs se Kec Tambusai Utara yang meliputi MTs Darussalamah Bangun Jaya yang diikuti yang diikuti 19 orang peserta ujian; MTs Al-Mukhlisin Tanjung Medan yang diikuti sebanyak 43 orang peserta ujian; MTs Nurul Iman M...
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat MTs se Kec Tambusai Utara yang meliputi MTs Darussalamah Bangun Jaya yang diikuti yang diikuti 19 orang peserta ujian; MTs Al-Mukhlisin Tanjung Medan yang diikuti sebanyak 43 orang peserta ujian; MTs Nurul Iman Mahato yang diikuti sebanyak 77 orang peserta ujian yang terdiri dari 38 pria dan 39 wanita. Terakhir MTs Raudhatussalam Mahato dengan peserta UN sebanyak 53 orang peserta terdiri dari 26 pria dan 27 wanita. Peninjauan dilaksanakan oleh Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kasi Mapenda Drs H Syahruddin MSy, Pengawas Pendidikan Islam Drs H Ahmad Darwis, dan Staf Mapenda Helmi, Selasa (24/4/2012). Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, UN hari kedua di Tambusai Utara berjalan lancar, tertib dan aman. Lembar soal dan lembar jawaban cukup tersedia. Para pengawas lokal yang ditunjuk secara silang, semuanya melaksanakan tugas dengan baik. Ahmad Supardi Hasibuan berharap agar semboyan UN tahun ini yaitu Jujur dan Berprestasi dapat memberikan motivasi kepada siswa dan seluruh civitas akademika madrasah dalam mengelola pendidikan ke depan. Dikatakannya, madrasah adalah asset umat dan asset bangsa, yang harus terus dikembangkan ke arah yang lebih baik. Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh sistem pendidikannya. Negara negara maju mengalami kemajuan secara cepat adalah disebabkan kualitas pendidikannya. Sedangkan negara negara berkembang lagi miskin adalah karena sistem pendidikannya yang tidak berkualitas. Jika negeri ini ingin maju sebagaimana negara negara maju pada umumnya, maka pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada dunia pendidikan, tegas Ahmad Supardi Hasibuan. (Ash).