Kakan Kemenag Rohul : Tak Ada GAFATAR
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Salah satu isu aktual dan hangat akhir-akhir ini adalah berkembang biaknya aliran sesat, sempalan, radikalisme, dan bahkan terorisme di Indonesia. Hal ini sangat membahayakan sebab akan berpengaruh pada keberagamaan seseorang dan sikapnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
ROKAN HULU (KEMENAG) Salah satu isu aktual dan hangat akhir-akhir ini adalah berkembang biaknya aliran sesat, sempalan, radikalisme, dan bahkan terorisme di Indonesia. Hal ini sangat membahayakan sebab akan berpengaruh pada keberagamaan seseorang dan sikapnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kehidupan beragama, yang bersangkutan akan beribadah dengan menyalahi aturan arus utama dalam agama itu sendiri, cenderung menganggap orang lain bid’ah, sesat dan menyesatkan, dan yang paling berbahaya adalah sifat Takfiri, yakni menganggap orang lain kafir dan pasti masuk neraka.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kelompok ini cenderung ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), ingin berbuat kekacauan sehingga Negara ini bisa chaos, melakukan aksi-aksi teroris dengan mengatasnamakan agama, dan pada gilirannya ingin memisahkan diri dari NKRI.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasubag Tata Usaha Drs H Zulkifli Syarif MPdI, kepada sejumlah wartawan berbagai media massa, Jumat (22/1/2016) di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.
Dikatakannya, aliran-alairan sempalan, sesat dan menyesatkan, paham raqdikalisme dan bahkan terorisme, sampai saat ini tidak ditemukan di Kab Rohul, dan ia meyakini bahwa sikap keberagamaan masyarakat Rohul, dengan basis Thariqah nya, sangat efektif menangkal paham-paham menyimpang tadi.
Terkait dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang merebak belakangan ini, Ahmad Supardi Hasibuan, yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riau ini, mengatakan bahwa organisasi ini tidak ditemukan di kab Rohul.
“Berdasarkan pengamatannya di lapangan dan koordinasinya dengan Kepala Badan Kesbangpol Linmas Kab Rohul Bapak Haji Budhi Kasino, bahwa di Rohul tidak ditemukan organisasi GAFATAR, dan tidak pernah minta ijin legalitas organisasinya di Kab Rohul”, jelas Ahmad Supardi.
Namun demikian, Ahmad Supardi Hasibuan, yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Sumatera Utara ini, mengharapkan kepada masyarakat, kalau ada mendengar dan bahkan ajakan untuk mengikuti GAFATAR, hendaknya segera dilaporkan kepada Kemenag Rohul dan atau Kesbangpol Linmas Rohul.
Untuk selanjutnya dilakukan pembinaan, sehingga mereka dapat dikembalikan kejalan yang lurus dan benar.***(Ash)