Kakan Kemenag Rohul Serahkan Santunan Anak Yatim
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kekemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, yang juga Ketua I Badan Pengelola Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, serahkan santunan kepada sejumlah anak yatim senilai Rp 2 juta, ketika melakukan safari Ramadhan ke Masjid Al Ikhlas dusun Simpati Sampu...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kekemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, yang juga Ketua I Badan Pengelola Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, serahkan santunan kepada sejumlah anak yatim senilai Rp 2 juta, ketika melakukan safari Ramadhan ke Masjid Al Ikhlas dusun Simpati Sampurna Alam Desa Serombou Indah Kec Rambah Hilir, Senin (15/7/2013).
Ikut bersama dengan Kakan Kemenag Rohul adalah pengurus Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian adalah Drs H Syahruddin MSy, Syafri SAg, H Bisri SE, Syafri Umar SAg, Khoirul Amin, Anjasmara, H Anizar SAg, dan Hasmar Husain Nusantara Hasibuan.
Hadir dalam acara tersebut adalah Kades Serombou Indah Jasrul, Imam Masjid Al-Ikhlas Ruswan, Khalifah Imam, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, cerdik pandai, tokoh pemuda, mahasiswa KKN UIR, dan ratusan umat Islam Desa Serombou Indah lainnya.
Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengharapkan kepada seluruh anak yatim yang ada di lingkungan Masjid Al-Ikhlas desa Serombou Indah dan sekitarnya, agar optimis dalam menatap masa depan, sebab sejarah mencatat bahwa banyak orang-orang besar dan berpengaruh, justru lahir dari lingkungan penderitaan.
Dikatakannya, penderitaan, kesusahan dalam hidup, dan bahkan ketidak cukupan ekonomi, jangan dijadikan faktor penyebab untuk bermalas-malasan, tetapi hal ini hendaknya dijadaikan faktor-faktor pendorong untuk belajar dan bekerja keras, sehingga dapat meraih keberhasilan di masa depan. Yakin dan percayalah, bahwa rahmat Allah itu sangat luas dan tergantung pada kita untuk mendapatkannya, tegas Ahmad Supardi.
Ahmad Supardi mengajak seluruh anak yatim dan anak-anak lainnya untuk dapat mengikuti program pendidikan Tahfiz Alqur’an yang sedang diprogramkan di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian. Program ini diharapkan dapat menampung 300 orang dengan diasramakan dan dibiayai sekolahnya.
Program ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan generasi-generasi muda yang hafal Alqur’an. Sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, diharapkan akan lahir para pemuda/i Islam yang dapat disebut sebagai Qur’an berjalan, sebab mereka adalah para penghafal Al-Qur’an.***(Ash)