0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Serahkan Dana Block Grand 2011 Kepada MI Darul Ulum Kepenuhan

Ringkasan: PASIRPANGARAIAN - Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Rabu (21/12) pagi menyerahkan bantuan dana Block Grand untuk pembangunan satu Ruang Kelas Belajar (RKB) senilai Rp. 84 juta kepada Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan.
PASIRPANGARAIAN - Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Rabu (21/12) pagi menyerahkan bantuan dana Block Grand untuk pembangunan satu Ruang Kelas Belajar (RKB) senilai Rp. 84 juta kepada Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan. Penyerahan secara simbolis dilakukan Kakan Kemenag Rohul didampingi Kasi Mapenda, H.Syahrudin, M.Sy pada apel pagi saat kunjungan kerja yang dilakukan dalam rangka pembinaan terhadap guru dan murid di madrasah tersebut. Bantuan dana diterima langsung oleh Ketua Komite H. Mustafa dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Suwanto dan disaksikan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Luhak Kepenuhan, Datuk Bandaro Sakti, Tokoh Pendidikan Kepenuhan, Majelis guru dan siswa siswi madrasah. Ahmad Supardi mengatakan dana Block Grand yang diserahkan bersumber dari APBN Perubahan Kemenag Rohul Tahun 2011. Untuk penggunaannya dana tersebut dikelola secara swakelola oleh pihak madrasah, sehingga hasilnya lebih maksimal, sebab tak ada pajak dan tak ada keuntungan pemborong. Dalam arahanya Supardi juga mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini sangat membutuhkan pendidikan yang berkualitas. Sebab dari sini akan lahir anak-anak yang berkualitas, cerrdas dan berkarakter. ``Anak-anak seperti inilah kelak yang akan mengukir sejarah pada masanya,``ujar Supardi. Untuk itu, sambung Kakan Kemenag, menjadi tugas kita semua untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas ini. ``Sejarah mencatat bahwa alumni-alumni madrasah dan pondok pesantrentelah banyak mengukir sejarah di indonesia ini, baik sebelum ataupun sesudah kemerdekaan, untuk maksud ini maka penanan guru sangat penting dan strategis, gurulah yang menentukan apakah lembaga pendidikan itu berkualitas atau tidak,``imbuhnya. Selanjutnya Supardi juga menekankan agar guru harus terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan skill secara otodidak.``Saya merasakan terlalu berat beban yang dipikul dan harapan yang harus dipenuhi seorang guru, terkadang beban itu tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diperoleh seorang guru. Akan tetapi Kemenag akan berupaya setiap tahunnya meningkatkan kesejahteraan guru, baik melalui tunjangan frofesi maupun pemberian tunjangan fungsional non PNS``ucap Kakan Kemenag. Kendati demikian Supardi juga mengaku bahwa hal itu masih minim, dengan artian perlu adanya penambahan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten.``Kita berharap betul kepada Pemkab, DPRD serta masyarakat Rohul untuk memberikan perhatian dalam hal kesejahteraan guru ini, jangan kita biarkan guruitu menerima honor dibawah UMK, karena itu tidak wajar,``pungkas Supardi.(sopian)