0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Serahkan Alquran Untuk Ponpes

Ringkasan: v:* {behavior:url(#default#VML);}o:* {behavior:url(#default#VML);}w:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);} Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:“Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle...

 

ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyerahkan bantuan Alqur’an kepada Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) Darussalam Saran Kabun Buya Alaidin Aidarus Lc, dan Ponpes An-Nabawiyah Rokan IV Koto, Senin (30/9/2013) bertempat di kantor Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.

Ahmad Supardi menyatakan, pemberian Alqur’an ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan program Gerakan Magrib Mengaji, Gerakan menghafal Alqur’an, Gerakan memahami dan menghayati Alqur’an, Gerakan mengamalkan Alqur’an, dan Gerakan mengajarkan Alqur’an di tengah-tengah masyarakat Rohul.

Gerakan-gerakan yang terkait dengan Alqur’an ini, harus digalakkan oleh semua pihak, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam, seperti Pondok Pesantren, Majelis Taklim, Lembaga sosial keagamaan, pengurus masjid, para Da’i dan Da’iyah, dsb, tegas Ahmad Supardi.

Abuya Alaidin Aidarus menyatakan, bahwa pihaknya sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Kakan Kemenag Rohul ini. Bukan soal sedikit dan banyaknya, tetapi yang terpenting adalah adanya perhatian dan kepedulian tentang lembaga pendidikan Islam serta permasalahan yang dihadapinya.  

Menurut Abuya, permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes saat ini cukup banyak. Permasalahan tersebut harus dicarikan solusinya, sebab jika tidak, maka ponpes tidak bisa berkembang ditengah-tengah dinamikanya. Makanya jangan heran, jika ada ponpes yang tutup ditinggal oleh komunitasnya, tegas Abuya.  

Hal yang sama diungkapkan oleh Pimpinan Ponpes An-Nabawiyah Rokan IV Koto Ustad H Chevi. Ustad Chevi mengharapkan agar setiap ponpes diberikan tugas pembibitan Qari’/Qari’ah, Hafizh/Hafizhah, Mufassir/Mufassirah, Khaththath/Khaththathah, sehingga ketika ada MTQ, kita sudah punya orang-orangnya dan tidak perlu mencari ke tempat lain lagi. 

Ahmad Supardi berjanji, akan memberdayakan ponpes semaksimal mungkin, baik dalam kualitas pendidikannya, bantuan sarana prasarananya, maupun keterlibatannya dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti dakwah, penyiaran agama, pemberantasan buta aksara Alqur’an, pengembangan tilawatil qur’an, dsb. ***(Ash)