ROKAN HULU (KEMENAG) – Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersama Kapolres Rohul Yunus Rahmanto dan Ketua Umum Masjid Agung Nasional Islamic Centre (MANIC) Pasir Pengaraian H Zulyadaini, resmikan Masjid As-Saied dan An-Nur pada Pondok Pesantren (Ponpes) Nizhamuddin, Kota Tengah Kec Kepenuhan.
Hadir dalam acara tersebut, selain Kakan Kemenag Rohul, Kapolres Rohul, dan Ketua MANIC Rohul, juga hadir Kapolsek Kepenuhan, DAN RAMIL Kepe nuhan, Pimpinan Ponpes Tembora Surabaya Jawa Timur, para orang tua Wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan ratusan santri Pones Nixhamuddin.
Peresmian kedua masjid tersebut, bersempena dengan kegiatan Pertemuan Silaturrahim Orang Tua Wali Santri Ponpes Nizhamuddin Kota Tengah, Selasa (27/9/2016). Perttemuan dimaksudkan untuk meningkatkan silaturrahim diantara para orang tua wali santri, sekaligus melihat kondisi real Ponpes Nizhamuddin saat ini.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Bimas Islam H Rusli Batubara MSy, usai peresmian masjid menyatakan bahwa Masjid memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembinaan dan pengembangan santri, sebab masjid berfungsi selain sebagai tempat beribadah, juga tempat pembinaan dan pemberdayaan umat Islam.
Ahmad Supardi yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Prov Sumatera Utara ini, kepada seluruh hadirin mengatakan bahwa sistem pendidikan Ponpes adalah sebuah sistem yang tepat pada masa lalu, tepat pada masa kini, dan tepat pada masa yang akan datang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan diadopsinya sistem pendidikan Ponpes ke dalam sistem sekolah-sekolah bertaraf inetrnasional saat ini, jelasnya.
Beberapa hal yang diadopsi sistem sekolah internasional dari sistem Ponpes, angtara lain adalah : Pertama, sistem boarding school ataupun asrama. Dari dulu dan bahkan sebelum Indonesia merdeka, ketika itu sistem pendidikan kita belum ada, di Ponpes telah diterapkan apa yang disebut dengan boarding school itu.
Kedua, penggunaan bahasa internasional di lembaga-lembaga pendidikan yang bertaraf inetrnasional itu, seperti Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Arab, dan lain sebagainya. Sistem penggunaan bahasa internasional ini, juga diadopsi dari Ponpes, sebab penggunaan bahasa internasional seperti Bahasa Arab dan Inggris, telah berurat berakar diterapkan di Ponpes.
Ketiga, sistem pendidikan internasional, memiliki ciri dan karakter khusus, sehingga setiap lulusan pendidikannya berbeda dalam hal karakter dan keterampilan. Hal ini juga telah lama berlaku di Ponpes, makanya kita melihat masing-masing Ponpes berbeda-beda dalam penerapan mata pelajaran. *Ash*