ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada upacara Penyerahan dan penanaman bibit karet seluas 549 hektar, dan bibit nilam 100 hektar, serta peletakan batu pertama pembangunan pabrik penyulingan nilam, Senin (25/11/2013) bertempat di lapangan bola Langgar Payung Kec Bangun Purba.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Kakan Kemenag Rohulk Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kadis Kehutanan Provinsi Riau, Kadis Kehutanan Kab Rohul, Kepala Badan/Dinas/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul, Camat Bangun Purba T Fauzan SSTP, Kades se Bangun Purba, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Tokoh adat, dan ribuan masyarakat Bangun Purba lainnya.
Ahmad Supardi Hasibuan dalam doanya, memohon kepada Allah SWT kiranya upacara penyerahan bibit karet dan nilam ini, beserta seluruh rangkaian acaranya, mendapat limpahan rahmat, berkah, dan ridho dari Allah SWT, sebab acara ini pada hakikatnya adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ahmad Supardi juga bermohon, kiranya seluruh petani karet dan nilam, baik di Kec Bangun Purba maupun di Kec lainnya se Rohul, kiranya mendapatkan petunjuk, pertolongan, kekuatan, taufiq, hidayah, dan rasa kebersamaan, sehingga dapat menanam karet dan nilam dengan baik.
Ahmad Supardi juga memohon, kiranya kebun karet dan nilam ini, dapat menghasilkan dan mengeluarkan rezki Allah dari perut bumi, untuk selanjutnya rezki tersebut dapat dipergunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak, membangun masjid, membangun madrasah, dan sarana prasarana keagamaan lainnya.
Ahmad Supardi juga memohon, agar kebersaaan, silaturrahim, dan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat, tetap terjalin dengan baik, sehingga dapat bersinergi secara dinamis, dalam rangka meningkatkan kesejahateraan masyarakat.
Ahmad Supardi menutup doa, dengan pengakuan tulus yang datang dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa semua yang hadir pastilah pernah berbuat kekeliruan, kesalahan, pekerjaan maksiat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan bahkan pernah berbuat kealfaan. Untuk itu pinta Ahmad Supardi, “Ampunilah segala dosa da kesalahan kami ya Allah, dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami, dan dosa, kesalahan, serta kealfaan para pendahulu kami, sebab tanpa ampunanMu tak mungkin kami menghapus dosa yang kami perbuat.”***(Ash)