0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Pimpin Doa Detik-Detik Proklamasi

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2013 Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (17/8/2013) bertempat halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Pasir Pengaraian. Hadir dalam acara peringatan tersebut adalah Bupa...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2013 Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (17/8/2013) bertempat halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Pasir Pengaraian. Hadir dalam acara peringatan tersebut adalah Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi selaku inspektur upacara, Wakil Bupati Rohul Ir H Hafith Syukri MM, Forkopimda Kab Rohul, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, Ketua LAMR Rohul Drs HT Rafli Armen, Ketua IPHI Rohul Drs HT Habrizal, SEkda Rohul Ir Damri, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, para Staf Ahli, para Asisten, Kepala Dinas/Badan/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul, para Veteran, para pejabat dan karyawan/ti Pemkab Rohul. Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, pembacaan doa ini sangat penting, sebab untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus meminta pertolongan kepada Allah SWT agar negeri ini dilindungi olehNya, dan sekaligus penyampaian rasa terima kasih serta rasa syukur yang mendalam atas seluruh nikmat, khususnya nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkanNya kepada kita. Ahmad Supardi Hasibuan dalam doanya, memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia, membangun bangsa dan Negara untuk mewujudkan negeri yang adil dan makmur, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di bawah lindungan Ridha Allah SWT. Ahmad Supardi juga bermohon, agar Allah SWT menghindarkan bangsa ini dari fitnah dan malapetaka, menjauhkan dari perpecahan dan permusuhan, memantapkan tekad untuk membangun bangsa ini, menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Secara khusus Ahmad Supardi juga meminta kepada Allah SWT, agar peringatan detik-detik proklamasi ini, dapat dijadikan sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan, menjauahkan dari persilisihan dan perpecahan, serta melimpahkan karunia, baik dari langit maupun dari bumi. Terakhir, Ahmad memohon ampun kepada Allah SWT, atas segala dosa dan kesalahan, baik kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah, kedua orang tua, para pemimpin, para pendahulu seperti syuhada’ dan pejuang yang telah mendahului, para veteran, maupun seluruh bangsa Indonesia, sebab tanpa AmpunanNya tak mungkin dosa dapat dihapus.***(Ash).