ROKAN HULU (KEMENAG) - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Rokan Hulu berjalan lancar, tanpa ada hambatan dan gangguan yang berarti. Kalaupun ada hambatan, maka hambatan itu telah dijadikan peluang untuk perbaikan pelayanan ibadah haji di masa-masa mendatang.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tingkat provinsi Riau, Selasa (19/11/2013) bertempat di Kanwil Kemenag Riau, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 235 Kota Pekanbaru. Dikatakannya, tolok ukur keberhaslan penyelenggaraan ibadah haji ada enam, yaitu : Pertama, semua Calon Jamaah Haji yang berhak berangkat dapat dilayani administrasinya, sehingga semuanya memiliki dokumen lengkap dan tidak ada yang terhambat untuk berangkat ke tanah suci.
Kedua, semua Jamaah Calon Haji (JCH) mendapatkan kepastian berangkat yang ditandai dengan kelengkapan bahan dokumen seperti passport, Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA), memiliki dokumen kesehatan secara lengkap, dan memiliki tiket berangkat.
Ketiga, semua JCH dapat diberangkatkan ke embarkasi haji Batam, sehingga tidak ada yang tertinggal di daerah asal. Semuanya dapat diangkut dengan menggunakan pesawat terbang Sky Aviation Fokker 50, dengan lima kali penerbangan dari Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian menuju Bandara Hang Nadim Batam.
Keempat, semua JCH dapat berangkat ke tanah suci, sekalipun ada yang tertinggal satu hari karena diduga terkena penyakit TBC. Namun esok harinya tetap dapat diberangkatkan dengan cara tanazul ke kloter lain. JCH tersebut atas nama Siabah bin Yakub Lubis dari Batang Samo Kec Rambah.
Kelima, semua JCH dapat menunaikan ibadah haji sesuai dengan syarat dan rukunnya dan berhak menyandang gelar Haji atau Hajjah dan insya Allah semuanya memperoleh predikat Haji Mabrur.
Keenam, semua Jamaah haji (JH) dapat pulang ke tanah air dengan selamat, sekalipun ada satu orang yang tertinggal karena sakit, namun tetap dapat pulang ke tanah air via Jakarta. Yang bersangkutan dijemput ke Jakarta, untuk selanjutnya dibawa ke Pasir Pengaraian dan diantar ke rumahnya. Keberhasilan ini atas kerjasama semua pihak terkait, jelas Ahmad Supardi***(Ash)