0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Moratorium Haji Bukan Solusi

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Moratorium (penghentian sementara) pendaftaran haji bukanlah solusi, malahan dapat menghilangkan harapan masyarakat untuk dapat menunaikan ibadah haji, apalagi moratorium selama 9 tahun. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA ketika membuka Pelat...
Rokan Hulu (Humas)- Moratorium (penghentian sementara) pendaftaran haji bukanlah solusi, malahan dapat menghilangkan harapan masyarakat untuk dapat menunaikan ibadah haji, apalagi moratorium selama 9 tahun. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA ketika membuka Pelatihan Pra Manasik Haji Kec Kepenuhan bertempat di Masjid Ikhwan Kota Tengah Kepenuhan, Selasa (17/4/2012). Hadir dalam acara itu Camat Kepenuhan, Ka KUA Kepenuhan, para Kades, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, khalifah, mursyid dan JCH kepenuhan. Tahun ini JCH Kepenuhan sebanyak 52 orang. Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, penolakan atas usulan moratorium haji ini didasarkan pada 4 pertimbangan. Pertama, menghilangkan harapan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Jika hari ini dilakukan moratorium maka pendaftaran ditutup 9 tahun dan baru dibuka tahun 2021. Para usia lanjut akan menyatakan, tak ada lagi harapan bagi kami menunaikan ibadah haji. Kedua, hari ini orang punya uang untuk mendaftar haji, 9 tahun lagi mereka belum tentu punya uang untuk itu, apalagi uang dalam kantong, selalu meronta minta dibelanjakan. Daripada uang dibelanjakan beli TV baru atau honda baru, apalagi nambah istri baru, maka lebih baik dibayarkan mendaftar haji. uang digunakan sesuai petunjuk ilahi dan aman sebab kalau ada halangan pergi haji nantinya, maka uang akan kembali 100 %. Ketiga, dalam ajaran agama islam, berniat saja pergi haji sudah berpahala, apalagi telah mendaftar dan membayar, tentu pahalanya lebih besar dari sekedar niat. Keempat, jika pendaftaran ditutup 9 tahun dan setelah itu dibuka lagi, maka akan terjadi daftar tunggu pendaftaran haji secara besar besaran, antri yang panjang dan tidak menutup kemungkinan terjadi masalah dan mengakibatkan kematian. Nanti akan terjadi daftar haji berdarah atau daftar haji maut. Ini menjadi preseden buruk di kemudian hari. Kakan Kemenag berharap agar semua JCH dapat menjadi duta umat Islam Rohul ketika melaksanakan ibadah haji dan selama berada di tanah suci, sehingga setelah pulang di tanah air, dapat menjadi contoh teladan, panutan umat, dan pembawa perubahan. (ash)