Kakan Kemenag Rohul : Masuklah Dalam Agama Islam Secara Kaffah
Ringkasan:
ROKAN HULU (HUMAS) Umat manusia hendaknya masuk ke dalam agama Islam secara kaffah, dalam arti seluruhnya memeluk agama Islam tanpa keculai, dan setelah memeluk Islam supaya mengamalkan ajaran agama Islam secara totalitas, tanpa beribadah secara parsial atau terpisah-pisah.
ROKAN HULU (HUMAS) Umat manusia hendaknya masuk ke dalam agama Islam secara kaffah, dalam arti seluruhnya memeluk agama Islam tanpa keculai, dan setelah memeluk Islam supaya mengamalkan ajaran agama Islam secara totalitas, tanpa beribadah secara parsial atau terpisah-pisah.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, dalam khutbah Jum’at di Masjid An-Nur Kampung Bukit Pasir Pengaraian, Jum’at (8/3/2013), yang dihadiri 300 an umat atau jamaah Masjid An Nur.
Ditegaskannya, Islam itu mengandung tiga pilar ajaran pokok. Ketiga pilar itu harus menyatu pada setiap diri individu umat Islam, tidak boleh ada yang ditinggalkan apalagi dianaktirikan, sebab ketiganya menempati posisi yang sama, yang tak boleh ditinggalkan atau dipisahkan sama sekali.
Ketiga pilar tersebut adalah : Pertama, aqidah, yaitu menyangkut system kepercayaan baik kepada Allah, Malaikat, Nabi/Rasul, Kitab, Qadha/Qadhar, maupun Hari Qiamat. Kepercayaan kepada yang enam ini, menapikan kepercayaan kepada yang lainnya, sehingga tidak ada lagi yang diimani di luar ini, seperti kepercayaan kepada hantu belau, dewa/i dan sebagainya.
Kedua, Syari’ah. Yaitu system ibadah dan mu’amalah yang telah diatur secara rinci oleh Allah SWT, baik dalam Alqur’an maupun melalui Hadits RasulNya Muhammad SAW. Ada ibadah yang telah dirinci secara khusus oleh Allah dan RasulNya, disebut dengan Ibadah Mahdhah. Dan ada juga yang disebut dengan ibadah ghairu mahdhah, yaitu ibadah yang belum diatur tatacaranya secara rinci. Hal ini lebih sering disebut dengan Amilusshalihat.
Ketiga, akhlaq, yaitu sikap, perilaku, tindak tanduk sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun berbangsa dan bernegara. Akhlak ini adalah buah dari aqidah dan ibadah yang dilakukan seseorang. Akhlaq yang baik adalah cerminan dari aqidah dan ibadah yang baik. Sebaliknya, akhlaq yang jelek adalah cerminan dari aqidah dan ibadah yang tidak baik.
Untuk itu, Ahmad Supardi Hasibuan selaku khatib mengajak seluruh jamaah untuk Beragama dan menjalankan Islam secara totalitas, tidak boleh ada yang timpang ataupun dianaktirikan, sebab hal inilah yang dimaksud dalam firman Allah : “Masuklah ke dalam agama Islam secara kaffah,” sambil mengakhiuri khutbahnya.***(Ash).