0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : MAN/MAS Lulus UN 100 Persen

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa Sebanyak 285 orang siswa/i Madrasah Aliyah (MA) se Rohul lulus 100 persen dalam Nasional (UN) yang dilaksanakan tanggal 16 s/d 18 April 2012 yang lalu.
ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa Sebanyak 285 orang siswa/i Madrasah Aliyah (MA) se Rohul lulus 100 persen dalam Nasional (UN) yang dilaksanakan tanggal 16 s/d 18 April 2012 yang lalu. UN diikuti 10 MA se Rohul yang ditempatkan di 4 lokasi, yaitu MAN Pasir Pengarayan, MA Darussalam Kabun, MA Ashshohwah Ujungbatu, dan MA Darul Jihad Kepenuhan. Enam dari MA tersebut tidak melaksanakan sendiri UN sebab jumlah siswanya yang ikut UN kurang dari 20 orang, makanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mereka tidak dapat melaksanakan UN sendiri, tetapi bergabung dengan MA lain. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA di kantornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemda Pasir Pengarayan, Sabtu (26/5/2012) usai pengumuman UN serentak seluruh Indonesia. Dikatakannya, 285 peserta tersebut terdiri dari MAN Pasir Pengarayan 108 orang, MAS PP Al-Maarif 9 orang, MAS PP An Nabawiyah 8 orang, MAS PP Darussalam Kabun 30 orang, MAS PP Darul Ulum 14 orang, MAS Darul Jihad 74 orang, MAS PP Raudhatussalam Rambah 7 orang, MAS Jabal Rahmah Tambusai Utara 15 orang. “Alhamdulillah lulus 100 persen siswa MAS/MAN se Rohul. Hal ini berkat dan usaha Seluruh guru dan siswa/i yang telah siap mengikuti UN sebab sebelumnya telah dilakukan Tray Out, bimbingan belajar, membahas soal, dan lain sebagainya. Saya targetkan kelulusan 100 %, Alhamdulillah tercapai, ujar Ahmad Supardi Hasibuan. Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, pelaksanaan UN yang lalu diawasi secara ketat oleh pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, dengan melibatkan para pengawas pendidikan agama islam, majelis guru dengan system silang, ditambah dengan instansi terkait. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan pelaksanaan UN yang jujur dan siswa/i yang berprestasi. Jujur dan prestasi adalah dua hal yang harus dimiliki oleh generasi muda khususnya para pelajar, sebab mereka adalah pewaris sah dan pejuang masa depan negeri ini. (Ash).