0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : KUA Ujung Tombak Kemenag di Lapangan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan adalah ujung tombak terdepan Kementerian Agama di Lapangan, sebab KUA adalah orang terdepan dalam memberikan pelayanan secara langsung kepada masayarakat, dalam berbagai hal peningkatan kehidupan beragama, khususnya pelayanan nikah dan...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan adalah ujung tombak terdepan Kementerian Agama di Lapangan, sebab KUA adalah orang terdepan dalam memberikan pelayanan secara langsung kepada masayarakat, dalam berbagai hal peningkatan kehidupan beragama, khususnya pelayanan nikah dan rujuk bagi umat Islam, penasehatan perkawinan, serta pembinaan keluarga sakinah. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke KUA Kecamatan Ujungbatu, Rabu (25/9/2013) bertempat di KUA Kec Ujungbatu. Dikatakannya, keberadaan KUA, relevan masa dahulu, relevan masa kini, dan relevan di masa yang akan datang. Hadir dalam kesempatan tersebut Kakan Kemenag Rohul, Kasi Pendis Drs H Syahruddin MSy, Kepala KUA Ujungbatu beserta staf, Kepala MTsN Ujungbatu Afdizhon SPd, Kepala MTs Alhasanah Simpang Tranpol Ujungbatu, Tokoh pendidikan Ujungbatu Syamsurizal Hs, Kepala MTs Lubuk Bandaro, dan lain sebagainya. Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menyatakan, bahwa secara historis keberadaan kepenghuluan yang sekarang lebih dikenal KUA sangat diperlukan oleh masyarakat, sebab sangat berperan dalam pembinaan keagamaan di masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan social kemasyarakatan. Keberadaan KUA tersebut, saat ini lebih diperlukan lagi, khususnya dalam membentengi umat Islam dari pengaruh negative globalisasi, termasuk melindungi umat dari paham-paham menyimpang yang sering menjerumuskan umat dari jalan yang benar, sesuai ajaran islam. Untuk itu saya berharap agar para Kepala KUA beserta stafnya, dapat memainkan peran penting dan strategis ini dalam masyarakat, sehingga dengan demikian, keberadaan KUA tetap diperlukan, dibutuhkan, dan dirindukan oleh masyarakat. Makanya tidak perlu heran kalau ada mutasi KUA, banyak anggota masyarakat yang ikut bersedih dan bahkan menangis, akibat terjadinya pergantian KUA tersebut, sebab mereka merasa sudah menyatu dengan Kepala KUA yang bersangkutan, papar Ahmad Supardi. Ahmad Supardi berpesan agar Kepala KUA Ujungbatu beserta stafnya meningkatkan pelaksanaan kegiatan Magrib Mengaji, Menghafal Alqur’an, Memakmurkan masjid, Sholat Berjamaah, Membayar Zakat/Infaq/Shodaqah, Berwakaf, Peduli antar sesame, meningkatkan keluarga sakinah, meningkatkan silaturrahim, dan lain sebagainya.***(Ash)