0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Keberhasilan MTQ Ditentukan Pelaksanaan Gerakan Alqur’an

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 32 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 di Kabupaten Rokan Hulu, usai sudah dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 19 Agustus 2013. Banyak orang menyatakan, sebagaimana disampaikan media-media yang terbit di Provinsi Riau dan juga kesa...
ROKAN HULU (KEMENAG) Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 32 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 di Kabupaten Rokan Hulu, usai sudah dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 19 Agustus 2013. Banyak orang menyatakan, sebagaimana disampaikan media-media yang terbit di Provinsi Riau dan juga kesan-kesan dari kafilah MTQ yang datang dari 12 Kab/Kota se Riau, MTQ Riau di Rohul adalah yang paling spektakuler, sepanjang sejarah pelaksanaan MTQ di Provinsi Riau. Disebut spektakuler, sebab kemeriahan luar biasa pada acara pembukaan dan Penutupan dengan puluhan ribu umat Islam yang hadir, serta atraksi Haflah Alqur’an dari 9 Qori’ internasional, kembang api yang meriah, hiburan Soneta Group oleh bang Haji Roma Irama dan juga kehadiran Group Band GIGI. Pelayanan juga sangat memuaskan dan ditambah Rohul sebagai tuan rumah keluar sebagai Juara Umum. Namun demikian, keberhasilan pelaksanaan MTQ bukan hanya sekedar ditentukan oleh kemeriahan pada acara pembukaan dan penutupan yang adalah bersifat ceremonial, tetapi yang terpenting, adalah harus dibuktikan dengan pelaksanaan gerakan Alqur’an yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat pasca pelaksanaan MTQ. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, usai pelaksanaan MTQ XXXII Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013, Selasa (20/8/2013) bertempat di kantornya, jalan Ikhlas kompleks perkantoran pemerintah, Pasir Pengaraian. Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan, bahwa gerakan Alqur’an tersebut adalah meliputi empat gerakan, yaitu : Pertama, Gerakan Membaca Alqur’an; Kedua, Gerakan Menghafal Alqur’an; Ketiga, Gerakan Memahami dan Menghayati Alqur’an; dan Keempat Gerakan Mengamalkan Alqur’an. Oleh karena itu, maka diharapkan kepada seluruh komponen masyarakat, baik masyarakat Rohul selaku tuan rumah yang juga sebagai pemegang gelar juara umum maupun masyarakat Riau pada umumnya, agar pasca pelaksanaan MTQ ini, bahu membahu untuk melaksanakan empat gerakan Alqur’an tersebut, sebab tolok ukur keberhasilan yang sesungguhnya dari MTQ adalah pelaksanaan empat gerakan Alqur’an tersebut. Rokan Hulu selaku tuan rumah dan pemegang gelar juara umum, tentu memiliki tanggungjawab paling besar untuk melaksanakan empat gerakan Alqur’an ini. Jika hal ini tidak dilaksanakan, maka kesemarakan, kemeriahan, dan kespektakuleran acara MTQ sepanjang sejarah pelaksanaan MTQ Riau, akan menjadi hampa kalau bukan sia-sia, tegas Ahmad Supardi.***(Ash)