0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul ke Babel Hadiri STQ Nasional

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, berangkat menuju Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk menghadiri Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Nasional Tahun 2013.
ROKAN HULU (KEMENAG) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, berangkat menuju Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk menghadiri Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Nasional Tahun 2013. Kehadiran Kakan Kemenag Rohul di Babel ini, sesuai dengan surat Kakanwil Kemenag Provinsi Riau beberapa hari yang lalu, yang mengharapkan agar seluruh Kakan Kemenag Kab/Kota se Riau, dapat menghadiri STQ tersebut, sebagai bentuk partisipasi dalam syi’ar Islam dan sekaligus menimba pengalaman dalam pelaksanaan event berskala nasional, yang terkait dengan kegiatan keagamaan. STQ atau MTQ yang digelar setiap tahun pada tingkat nasional, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, dan bahkan tingkat kecamatan/desa/kelurahan seluruh Indonesia, adalah bahagian yang tidak terpisahkan dari syi’ar Islam dan program prioritas dari Kementerian Agama secara nasional. Untuk itu, maka seluruh pejabat Kementerian agama harus dapat mengikuti perkembangan pelaksanaan MTQ atau STQ tersebut, sehingga dapat mempersiapkan bibit-bibit unggul yang akan bermusabaqah pada setiap tingkatan, untuk selanjutnya dihareapkan dapat meraih prestasdi terbaik. Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menyatakan, Kementerian Agama Rohul dan Provinsi Riau pada umumnya, perlu menimba ilmu pengetahuan dari daerah lain, khususnya dalam pembibitan dan melahirkan Qari’/Qari’ah, Hafizh/Hafizhah, Mufassir/Mufassirah, Khaththath/Khaththathah, dan lain sebagainya, sehingga kita dapat meraih kejayaan masa lalu kembali. Menurut Ahmad Supardi, dulu Provinsi Riau pernah meraih tempat terbaik, atau setidaknya sesuai istilah dalam sepakbola berada pada papan atas dalam setiap pelaksanaan MTQ, tetapi saat ini kita berada pada posisi papan tengah, kalau bukan berada pada posisi papan bawah. Untuk meraih kejayaan itu kembali, perlu kerja keras, perlu belajar dari orang lain, perlu mencari bibit-bibit unggul sampai ke desa-desa/dusun-dusun/kampung-kampung, membuka pelatihan/pembibitan Qari’/Qari’ah, dan memberikan perhatian khusus da termasuk dana khusus dalam masalah ini. Ahmad Supardi menyayangkan, terkadang kita pingin prestasi, tetapi kerja keras dan dana khusus untuk itu, tidak kita siapkan. Bagaimana caranya bisa berprestasi ? Jangankan Qari’/Qari’ah, Alqur’an saja harus dijaga, baik oleh Allah SWT maupun oleh umat Islam, tegas Ahmad Supardi.***(Ash)