0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : JCH Kunjungi Tempat Bersejarah

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Jamaah Calon Haji (JCH) Rokan Hulu (Rohul), di sela-sela melaksanakan Arba’ien (Sholat berjamaah 40 waktu di Masjaid Nabawi) di Madinah, mereka menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan atau ziarah di tempat-tempat bersejarah di Kota Madinah dan sekitarnya.


ROKAN HULU (KEMENAG) Jamaah Calon Haji (JCH) Rokan Hulu (Rohul),  di sela-sela melaksanakan Arba’ien (Sholat berjamaah 40 waktu di Masjaid Nabawi) di Madinah, mereka menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan atau ziarah di tempat-tempat bersejarah di Kota Madinah dan sekitarnya.


Hal ini dilakukan, setelah para JCH Rohul tersebut melaksanakan sholat sunat dan berdoa dengan khusu’ di Raudhah, berziarah di makam Nabi Muhammad SAW, Khulafaurrasyidin I Abu Bakar Ash-Shiidiq, Khulafaurrasyidin II Umar bin Khattab, dan berziarah di pemakaman Baqi’, yang kebetulan berada tidak jauh dari Masjid Nabawi.

  
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, kepada wartawan berbagai media massa, Selasa (9/9/2014) setelah mendapat laporan dari Ketua Kloter 5 Drs Marjoni MAg, Pembimbing Ibadah Drs H Edi Tasman MSi, dan Petugas Daerah Rohul Irwandi S Sos MSi.

Mereka bertiga melaporkan kepada Kakan Kemenag Rohul, bahwa 246 JCH Rohul yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam, bersama dengan 179 JCH Inhu dan 19 JCH Kota Pekanbaru, melakukan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Kota Madinah dan sekitarnya.

Menurut para petugas kloter tersebut, tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi, antara lain adalah Masjid Qiblatain. Disebut masjid qiblatain sebab Nabi Muhammad SAW sholat di dalamnya pada suatu waktu, dengan menghadap dua qiblat. Ketika memulai sholat menghadap Masjidil Aqsha di Palestina, namun di tengah-tengah sholat, datang perintah untuk berpindah menghadap Ka’bah di Makkah, jelas Ahmad Supardi.

Tempat bersejarah lainnya yang dikunjungi adalah bukit Uhud, yaitu sebuah bukit lokasi perang antara umat Islam dibawah pimpinan Nabi Muhammad SAW, melawan orang kuffar Quraisy dibawah pimpinan Khalid bin Walid, yang ketika itu belum memeluk agama Islam.

Di bukit Uhud ini terdapat kuburan seorang sahabat besar yang juga paman Nabi Muhammad SAW, yaitu Saidina Hamzah bin Abu Thalib. Hamzah terbunuh sebagai seorang shuhada’ dalam perang Uhud. Kematiannya sangat tragis sebab dadanya dibelah dan hatinya dimakan oleh seorang kuffar Quraisy.

Ketiga petugas kloter juga melaporkan, bahwa JCH Rohul Alhamdulillah berada dalam kesehatan yang baik, hanya saja terkadang karena factor umur yang sudah tua, tidak banyak melakukan aktifitas, dan tidak ada yang dirawat secara khusus di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah.***(Ash)