Kakan Kemenag Rohul : Ingin Maju, Tingkatkan Budaya Baca
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Membaca adalah sarana utama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah bekal utama untuk menjadi Khalifah Allah di muka bumi. Alasan utama untuk menjadikan Adam as sebagai manusia pertama dipilih untuk menjadi khalifah di muka bumi, yang mendapat protes keras da...
ROKAN HULU (KEMENAG) Membaca adalah sarana utama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah bekal utama untuk menjadi Khalifah Allah di muka bumi. Alasan utama untuk menjadikan Adam as sebagai manusia pertama dipilih untuk menjadi khalifah di muka bumi, yang mendapat protes keras dari para malaikat, karena mereka merasa lebih pantas dibandingkan Adam as, adalah murni pertimbangan ilmu pengetahuan.
Mengingat pentingnya membaca untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, maka ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika pelantikannya sebagai Nabi dan Rasul oleh malaikat Jibril di Gua Hiro pada tanggal 17 Ramadhan 14 abad yang lalu adalah perintah untuk membaca, baik membaca yang tersurat maupun membaca yang tersirat.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika menyampaikan khutbah jum’at, bertempat di Masjid Al-Rahman Simpang Tangun Kota Pasir Pengaraian, Jum’at (26/7/2013).
Dikatakannya, Perintah membaca, sebagai perintah pertama dan utama kepada Nabi Muhammad SAW beserta ummatnya, adalah menunjukkan bahwa agama Islam menghendaki agar umat Islam menjadi umat yang gemar dengan budaya membaca, sehingga melahirkan konsep baru, “Manusia adalah makhluk membaca”, yang setara dengan konsep “Manusia adalah makhluk sosial”.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, Sejarah mencatat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, di saat Negara-negara Barat sedang berada di alam kegelapan, adalah disebabkan pengembangan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh umat Islam, dengan menerjemahkan ilmu Yunani kuno ke dalam bahasa Arab, untuk selanjutnya dipelajari dan dikembangkan oleh umat Islam.
Menurut Ahmad Supardi, perintah membaca diamalkan dengan baik oleh umat islam di seluruh belahan dunia Islam. Akibatnya ilmu pengetahuan berkembang, filsafat Yunani kuno diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, lalu kemudian dikembangkan dengan perspektif Alqur’an, sehingga melahirkan filsafat Islam. Penelitian di bidang hukum, fiqh Islam, social kemasyarakatan, semangat berijtihad, tumbuh sangat bergairah di kalangan para ulama, sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran baru di bidang ilmu-ilmu keislaman,
Untuk itu, Ahmad Supardi mengajak umat Islam untuk kembali mengamalkan perintah membaca ini dalam hidup dan kehidupan sehari-hari.***(Ash)