Kakan Kemenag Rohul Harapkan Umat Dapat Petik Hikmah MTQ
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian Agama bersama Pemerintah Daerah pada setiap tingkatan, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional, memiliki nilai strategis berupa hikmah luar...
ROKAN HULU (KEMENAG) Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian Agama bersama Pemerintah Daerah pada setiap tingkatan, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional, memiliki nilai strategis berupa hikmah luar biasa, dalam rangka mendekatkan kembali umat Islam kepada Alqur’an.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika menyampaikan Khutbah Jum’at dihadapan 500 orang jamaah Masjid Jamik Desa Tangun Kec Bangun Purba, dan juga kafilah MTQ Kecamatan se Kab Rohul, Jum’at (1/3/2013).
Dikatakannya, sedikitnya ada 4 hal penting yang terkandung dalam Alqur’an. Pertama, Alqur’an adalah penjelas atas sesuatu masalah yang timbul dalam masyarakat. Kedua, adalah petunjuk bagi umat Islam, baik di kala duka maupun di kala suka. Ketiga, rahmat bagi seluruh alam semesta, baik makhluq hidup maupun makhluk atau benda mati. Keempat, pembawa kabar gembira bagi umat Islam.
Ahmad Supardi Hasibuan yang juga Koordinator Dewan Hakim MTQ XIII Kab Rohul Tahun 2013 ini, mengharapkan agar suksesnya pelaksanaan MTQ ini, dibarengi dengan melekatnya Alqur’an bagi umat Islam. Bila hal ini dapat dilakukan, berarti umat Islam telah dapat memetik hikmah besar dari MTQ itu sendiri.
Untuk itu beliau berharap agar umat Islam Bangun Purba dan Rokan Hulu, setelah selesainya pelaksanaan MTQ ini, dapat menjadikan start awal dimulainya 6 gerakan penting terkait dengan Alqur’an.
Pertama, Gerakan belajar baca tulis huruf Alqur’an, dengan menghidupkan kembali pengajian tradisional di rumah-rumah ustaz/ah setiap malam, khususnya antara magrib dengan isya.
Kedua, gerakan membaca Alqur’an, baik di masjid maupun di rumah-rumah setiap umat Islam. Ketiga, gerakan menghafal Alqur’an. Keempat, gerakan memahami isi kandungan Alqur’an. Kelima, gerakan mengamalkan Alqur’an. Dan Keenam, gerakan mengajarkan Alqur’an.
Jika hal ini dapat dilakukan, itu berarti bahwa umat Islam Bangun Purba dan Rokan Hulu, telah dapat memetik hikmah penting dan terbesar dari pelaksanaan MTQ yang menelan tenaga, pikiran, dan biaya yang cukup besar itu, sambil mengakhiri khutbahnya.***(Ash).