0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Haji Memenuhi Panggilan Nabi Ibrahim AS

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa ibadah haji pada hakikatnya adalah napak tilas atas perjuangan Nabi Ibrahim as dalam mewujudkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Oleh karena itulah maka kita tidak dapat menemukan rahasia paling asasi dari ibadah...


ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa ibadah haji pada hakikatnya adalah napak tilas atas perjuangan  Nabi Ibrahim as dalam mewujudkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Oleh karena itulah maka kita tidak dapat menemukan rahasia paling asasi dari ibadah haji itu, tanpa mengetahui dan mendalami siapa dan apa kehebatan Nabi Ibrahim as itu.


Demikian disampaikannya kepada wartawan, Senin (8/9/2014) bertempat di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian. Dikatakannya, Sejarah mencatat bahwa Nabi Ibrahim as dikenal sebagai  Bapak “Monoteisme” (Tauhid).


Sebab beliaulah yang pertama  sekali yang dapat membuktikan keesaan Allah SWT secara rasional dan menolak ketuhanan tuhan-tuhan yang lainnya secara rasional pula. Penemuannya akan keesaan Allah SWT ini diceritakan secara lugas dan logis dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 74-83.


Ahmad Supardi lebih lanjuut mengatakan, Penemuan Nabi Ibrahim yang sangat monumental ini tidak dapat disejajarkan dengan penemuan-penemuan para ahli lainnya seperti penemuan atas roda, api listrik, rahasia-rahasia atom dan lain- lainnya, sebab penemuan-penemuan tersebut adalah dalam kerangka kekuasaan manusia dan menyebabkan manusia tunduk dan patuh pada alam raya, sedangkan penemuan Nabi Ibrahim as. tersebut justru sebaliknya yaitu menyebabkan manusia mampu menguasai alam raya serta dapat menilai baik buruknya sesuatu.


Ditambahkannya, Oleh karena itulah sangat tepat apabila Allah SWT menyatakan bahwa Nabi Ibrahim as adalah Imam dan suri teladan bagi seluruh ummat manusia (Q.S. Al-Baqarah : 124). Hal itu diwujudkan dalam bentuk ibadah haji dengan berkunjung ke Makkah, sebab beliaulah bersama putranya Ismail as yang membangun (kembali) fondasi-fondasi Ka’bah (Q.S. Al-Baqarah : 127).


Dan untuk itu beliau pulalah yang diperintahkan Allah SWT untuk menyampaikan seruan panggilan menunaikan ibadah haji itu sesuia dengan firman Allah  SWT :  “Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (Q.S. Al-Hajj : 27).

Ahmad Supardi lebih lanjut mengatakan, maka ibadah haji dapat juga disebut sebagai ibadah dalam rangka memenuhi panggilan Nabi Ibrahim AS, sebab beliaulah yang diperintahkan Allah SWT untuk menyeru umat manusia untuk menunaikan ibadah haji. Hasilnya luar biasa, berbondong-bondong umat setiap tahun untuk melaksanakannya.***(Ash)