ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul), menghadiri perayaan Halal Bi Halal Jamaah Thariqat Nagsabandiyah Kabupaten Rohul bersama Bupati Rohul, Kamis (21/8/2014) bertempat di Surau Suluk Syekh Ibrahim Naqsabandi al-Khalidi, Pasir Pengaraian/
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Ketua MUI Drs H Hasbi Abduh MA, Kepala Badan/Dinas/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul, Camat se Rohul, para khalifah, mursyid, tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah suluk, dan ribuan umat Islam lainnya yang berasal dari jamaah thariqat.
Bupati Rohul Drs H Achmad MSi mengatakan bahwa Halal bi Halal ini dimaksudkan untuk meningkatkan shilaturrahim antara Pemerintah Kab Rohul bersama masyarakat Rohul, khususnya jamaah thariqat yang berada di negeri seribu suluk, dengan harapan agar seluruh jamaah thariqat dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan Rohul, khususnya di bidang keagamaan.
H Achmad yang adalah penasehat jamaah thariqat Naqsabandiyah Rohul ini, banyak menyampaikan informasi tentang keberhasilan pembangunan, khususnya pembangunan masjid, surau suluk, dan kegiatan keagamaan lainnya, sebab masjid, surau suluk dan lain sebagainya memberikan kontribusi besar untuk kesejahteraan masyarakat Rohul.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, usai acara mengatakan bahwa Idul Fittri artinya adalah kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian diri, setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, sesuai perintah Allah SWT dalam Alqur’an : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa”(Q.S.Al-Baqarah:183), tegasnya.
Menurut Ahmad Supardi, tradisi berlebaran ini adalah kebiasaan baik yang dilaksanakan oleh umat islam, sehingga dengan demikian terjalin hubungan shilaturrahim, hubungan kasih sayang, yang pada gilirannya melahirkan sikap saling tolong menolong, nasehat menasehati, persatuan dan kesatuan, karena memang umat Islam itu bersaudara.
H Abdul Somad Lc MA dalam ceramahnya mengatakan, Rasa persaudaraan, hubungan shilaturrahim, harus terus dibina, dipelihara, dipupuk, dan dikembangkan secara terus menerus dan berkesinambungan, salah satunya melalui Halal bi Halal ini, sehingga hubungan baik tetap terjalin, dan bila ada hubungan yang putus, kusut, dan bahkan retak, agar dirajut kembali, sehingga hubungan menjadi lurus, rasa kasih sayang tetap terjaga, jelasnya.***(Ash)