0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Café Bukan Hanya Tutup Sementara tetapi Tutup Selamanya

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa café-café, tempat hiburan malam, tempat perjudian, dan tempat maksiat lainnya, bukan hanya tutup sementara di bulan Ramadhan, tetapi diharapkan tutup untuk selama-lamanya.
ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa café-café, tempat hiburan malam, tempat perjudian, dan tempat maksiat lainnya, bukan hanya tutup sementara di bulan Ramadhan, tetapi diharapkan tutup untuk selama-lamanya. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemda Pasir Pengarayan, Rabu (18/7/2012). Dikatakannya, kehadiran café-café, tempat hiburan malam dan tempat-tempat maksiat lainnya sangat meresahkan masyarakat, sebab dapat merusak mentalitas generasi muda masyarakat Rohul, apalagi Rokan Hulu digelar dengan “Negeri Seribu Suluk”. “Tempat-tempat seperti ini sangat berperan dalam merusak generasi muda, khususnya dari sisi akhlakul karimah, mentalitas dan bahkan merusak karakter bangsa yang dikenal sebagai masyarakat yang religius”, ujar Ahmad Supardi Hasibuan. Kakan Kemenag Rohul yang dikenal cukup akrap dengan wartawan dan masyarakat ini menyatakan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini adalah rendahnya mentalitas, karakter dan akhlakul karimah para generasi muda. Dikatakannya, jika hal ini dibiarkan maka akan sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa ini sebab para generasi muda adalah pewaris sah dan pelanjut perjuangan bangsa ini. Untuk itu maka semua pihak, baik pemerintah maupun tokoh agama dan juga tokoh adat/masyarakat serta para orang tua, harus bahu membahu dan bersinergi antara satu sama yang lain, dalam mengatasi permasalahan ini, tegasnya. Menurut Ahmad Supardi, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita jadikan sebagai momentum untuk membentengi para generasi muda kita dari hal-hal yang dapat merusak moralitas dan mentalitasnya, yang salah satunya dapat diwujudkan dengan menutup café-café, tempat-tempat hiburan malam, dan tempat-tempat maksiat lainnya. (Ash).