0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Buka Manasik Haji Kecamatan Zona IV

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi pelaksanaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Manasik Haji Kecamatan Zona IV, Kamis (21/7/2016), betempat di Masjid Besar Rambah, Pasir Pengaraian.


 

Rokan Hulu (Inmas) - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi pelaksanaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Manasik Haji Kecamatan Zona IV, Kamis (21/7/2016), betempat di Masjid Besar Rambah, Pasir Pengaraian.

 

Diklat manasik haji Zona IV tersebut diikuti sebanyak 68 Jamaah Calon Haji (JCH) dari 3 kecamatan, yakni Kecamatan Rambah 40 JCH, Kecamatan Rambah Samo 17 JCH, dan Kecamatan Bangun Purba 11 JCH. Pelaksanaan Diklat manasik haji Kecamatan ini sebagai lanjutan dari manasik haji mandiri yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan se Rohul beberapa waktu yang lalu.

 

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan perencanaan pada Kanwil Kemenag Prov Riau ini, lebih lanjut menyatakan bahwa Diklat manasik haji ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan JCH Rohul dalam melaksanakan ibadah haji nanti di Arab Saudi.

 

Sehingga dengan demikian, tercipta haji mandiri, dimana masing-masing JCH dapat melaksanakan ibadah haji sendiri tanpa perlu bantuan orang lain, yang pada gilirannya memperoleh haji mabrur dan mendapatkan surga, sebagaimana dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.

 

Ahmad Supardi Hasibuan yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Prov Sumatera Utara ini, lebih lanjut menyatakan, bahwa salah satu kewajiban yang melekat dan harus dilakukan setiap JCH adalah mempelajari dan menghayati ilmu yang terkait dengan tata pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Inilah yang kita sebut dengan manasik haji.

 

Mempelajari ilmu manasik haji hukumnya adalah wajib, sebab bagaimana mungkin kita bisa melaksanakan ibadajh haji sesuai dengan tuntunan agama Islam, jika kita sendiri tidak mengetahui tentang tata caranya, sebagaimana yang digariskan dalam Alquran, Alhadits, dan fiqh-fiqh Islam.

 

Ahmad Supardi lebih lanjut mengharapkan, agar seluruh JCH dapat menyiapkan diri untuk pelaksanaan ibadah haji, dengan membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang ibadah haji, meluruskan niat semata-mata mengharap ridha Allah SWT, membiasakan diri berjalan kaki dan menjaga kesehatan, sebab ibadah haji itu adalah ibadah fisik.

 

Selain itu, menyiapkan perbekalan yang diperlukan berupa pakaian secukupnya, biaya dalam perjalanan dan termasuk biaya yang harus ditinggalkan bagi keluarga yang menjadi tanggungannya. Bekal utama yang harus disiapkan adalah bekal taqwa, tandas Ahmad Supardi. *Ash*