0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Atasi Geng Motor dengan Pendidikan Keluarga

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa untuk mengatasi Geng Motor yang saat ini telah memakan korban dan sangat meresahkan masyarakat di Kota Pekanbaru, maka diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan agama dalam keluarg...
ROKAN HULU (HUMAS Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa untuk mengatasi Geng Motor yang saat ini telah memakan korban dan sangat meresahkan masyarakat di Kota Pekanbaru, maka diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan agama dalam keluarga, sebab keluarga adalah benteng terakhir pembinaan moralitas bangsa. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul kepada wartawan di kantornya, Jalan ikhlas kompleks perkantoran Pemda Rohul Pasir Pengarayan, Senin (8/10/2012). Menurutnya, lahir dan berkembang serta tidak terkontrolnya kegiatan Geng Motor yang telah meresahkan masyarakat itu, adalah akibat dari lemahnya pendidikan keluarga. Orangtua tidak lagi memperhatikan kemana anaknya pergi dan apa yang dilakukan oleh anaknya di luar. “Sudah saatnya sekarang para orangtua mengontrol aktifitas anaknya di luar sana. Hal itu berarti bahwa orangtua sudah saatnya memberikan perhatian dan menyiapkan waktu khusus kepada anak-anaknya, sebab jika tidak maka anak-anak akan semakin terjerumus ke lembah kenistaan”, tegasnya. Oleh karena itu menurut Kakan Kemenag Rohul, negeri ini bisa hancur berantakan jika rakyat dan pemerintahnya mengabaikan pendidikan dalam keluarga sebab keluarga adalah bahagian terkecil dari sebuah negara. Dari Kumpulan keluarga-keluarga itu maka lahirlah apa yang disebut dengan negara. Makanya, mengabaikan keluarga identik dengan menghancurkan sebuah negara. Menurutnya, rapuhnya ketahanan bangsa ini, yang ditandai dengan merajalelanya praktek koruptif, tawuran antar pelajar, geng motor yang meresahkan dan sifat tidak terpuji lainnya, sebagai bukti bahwa lemahnya pendidikan agama dalam keluarga. Padahal pendidikan ini harus ditanamkan sejak anak masih dalam kandungan, sampai yang bersangkutan tamat sekolah dan bahkan sampai mati. Ahmad Supardi Hasibuan berharap agar semua komponen bangsa memberikan perhatian lebih pada pendidikan dalam keluarga ini, sehingga dapat mencegah bangsa ini terperosok ke lembah yang lebih curam lagi, yaitu negara gagal. (Ash).