0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohil jemput jamaah haji di Debarkasi Batam

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) Jamaah haji Kabupaten Rokan Hilir yang tergabung dalam kloter 10 bergabung dengan jamaah haji Kabupaten Meranti akhirnya tiba di tanah air dengan selamat. Jamaah haji mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (18/9) dini hari sekitar pukul 01.39 WIB.

Rokan Hilir (inmas) โ€“ Jamaah haji Kabupaten Rokan Hilir yang tergabung dalam kloter 10 bergabung dengan jamaah haji Kabupaten Meranti akhirnya tiba di tanah air dengan selamat. Jamaah haji mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (18/9) dini hari sekitar pukul 01.39 WIB. Prosesi penyambutan jamaah melibatkan seluruh petugas PPIH (Panitia Pelaksana Ibadah Haji) Pemkot Batam.

Demi keamanan dan kenyamanan kedatangan 444 jamaah asal dua kabupaten yang berangkat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju Bandara Hang Nadim yang menghabiskan waktu selama 8,5 jam tersebut, sebanyak 10 bus sudah disiapkan.

Mereka disambut PPIH dan sanak keluarga yang sejak malam sudah menunggu di Asrama Haji Batam. Tampak jamaah disambut langsung oleh Bupati Rokan Hilir H. Suyatno, Sekda Rohil H. Surya Arfan, Kepala Kemenag Rohil H. Agustiar dan Plh. Kasi Haji H. Majemuk. Juga tampak istri dan anak wakil Bupati serta sejumlah sanak keluarga. Namun sayang dari keseluruhan jamaan, ada dua jamaah haji Rohil yang tidak bisa pulang ke tanah air karena wafat dan sakit.

Walaupun hampir seluruh jamaah haji dalam kondisi fisik letih dan cape, namaun di wajah mereka terpancar kegembiraan tiada tara karena telah sukses melaksanakan rukun Islam ke 5 dan bisa pulang ke tanah air.

Dibalik kegembiraan jamaah haji, terselip kesedihan di hati jamaah dan para penyambut, ketika PPIH menyebutkan ada jamaah haji asal Rokan Hilir yang meninggal dujia. Dia adalah Usman Bin Dau umur 58 tahun, asal Kecamatan Bangko Pusako. Sedangkan jamaah haji yang sakit dan masih dirawat di rumah sakit Makkah bernama Surinem. Hal ini dijelaskan Kakan Kemenag Rohil Haji Agustiar saat dihubungi Inmas Kemmenag Rohil via cellular.

Sementara itu, PPIH Rokan Hilir H. Sakolan, menceritakan sekelumit perjalanan ibadah haji para jamaah. Ia menjelaskan setiap dibuat kelompok, masing-masing 5 orang untuk menghindari sesat selama perjalanan. Saat melepaskan seluruh jamaah mereka juga mendapat kehormatan dilepas oleh Maktab pimpinan Syeikh Hizab, pimpinan tertinggi di sana.

โ€œWalaupun daerah Mina keci, di sana jamaah kita tidak terjadi sikut menyikut. Memang sangat jarang kita temukan kesulitan. Jamaah haji kita sangat terkordinir dan tidak seperti jamaah dari negara lain, kadang ada yang meninggalpun dibiarkan,โ€ ujar H. Sakolan. (Nsh)