Rokan Hilir (inmas) - Selama kurang lebih satu minggu para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di lingkungan Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir melaksanakan ujian akhir. Proses penyerahan hasil ujian para santri pun sedang berlangsung melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis).
Sudah menjadi rutinitas dunia pendidikan di Indonesia baik formal maupun non formal setelah ujian akhir, melaksanakan perpisahan atau menggelar acara wisuda. Tak terkecuali MDTA di Kab. Rokan Hilir.
Hari ini, Kamis (27/4) Kasi PAKIS Kankemenag Rokan Hilir H. Suhaimi, S. Ag, menghadiri acara wisuda akbar santri MDTA se- Rayon XI Kecamatan Pujud.
Sebanyak 306 santri dari 25 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Se- Rayon XI Kecamatan Pujud akan diwisuda. Ini menandakan bahwa 306 santri telah menyelesaikan tugas belajarnya di MDTA selama 4 tahun.
Hadir pada acara itu, Kasi Pakis mewakili Kakan Kemenag Rohil, Sekcam mewakili Camat Pujud, Kapolsek Pujud, Kepala KUA Kec. Pujud H. Khairul, S. Ag, Datuk Penghulu, para Kepala MDTA se-Kec. Pujud, pengurus FKDT, para wali santri, para khalifah, alim ulama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Kepala KUA Pujud H. Khairul dalam sambutannya mengatakan keberhasilan Wisuda akbar ini diraih tidak terlepas dari kreatifitas para Guru dan Santriwan-santriwati MDTA yang dikoordinir FKDT Kec. Pujud, dan memberi apresiasi kepada panitia serta elemen yang telah menyelenggarakan dan telah mensukseskan wisuda akbar santri MDTA se Kec. Pujud.
“Saya berharap dengan adanya wisuda akbar ini terus meningkatkan kualitas ilmu yang disampaikan kepada para santri, sehingga para santri memiliki pemahaman tentang Agama Islam yang baik dan memiliki kemampuan dalam mengenal serta membaca Al-Qur’an dengan benar,” harap Khairul.
Sementara Kasi Pakis H. Suhaimi menyampaikan dalam sambutannya bahwa, kami akan terus berusaha memajukan MDTA dengan kebijakan-kebijakan yang di keluarkan Kementerian Agama. Mendukung perkembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang ada, sehingga bisa menemukan bibit-bibit Santri sebgai sumber daya Manusia yang berkualitas, bisa mewujudkan generasi Qur’ani berakhlakul karimah dan berwawasan kebangsaan guna bisa bermanfaat bagi generasi muda penerus kepemimpinan, ungkap Suhaimi.
Lebih lanjut H. Suhaimi memaparkan, bahwa pendidikan itu wajib untuk dimiliki semua individu, tidak hanya diperolah melalui jalur sekolah formal saja, namun harus diimbangi dengan pendidikan Keagamaan sejak usia dini, diperolah dari jalur non formal serta Taman Pendidikan Al-Qu’an (TPA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
”Selain itu, pendidikan keagamaan bagi anak sangat berperan penting sebagai pegangan hidup untuk mereka apalagi dalam menghadapi zaman yang terus berkembang, dan peran aktif keluarga dan dilingkungan harus ditingkatkan, salah satunya dengan menyekolahkan anak-anak mereka di Taman Pendidikan Al qur’ani (TPA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah,” terang Jais.
Prosesi Wisuda diawali oleh Kasi Pakis H. Suhaimi didampingi Kepala KUA Pujud, dengan memindahkan tali toga dan memberikan sertifikat kelulusan pada 25 orang santri dari 25 MDTA yang memiliki nilai terbaik se- Kecamatan Pujud. (nsh)