Pelalawan (Inmas) Kepala kKantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Drs.H. Zulkifli didampingi Waspendais H. Syafruddin, S.Ag dan Staff Kepegawaian melaksanakan Pembinaan Pegawai bagi ASN di Lingkungan MIN Lumbuk Kemang Ukui Kamis (22/9). Adapun Kegiatan Pembinaan meliputi:
- Arahan dari Kepala Kantor Kementerian Agama
- Penyampaian SOP Pelayanan Oleh Bagian Kepegawaian
- Diskusi Pengembangan Madrasah
- Ditutup dengan penghijauan lingkungan Madrasah menuju Madrasah Adiwiyata dengan Acara Penamaman Pohon Secara Simbolis oleh kakan Kemenag
Kegiatan bertujuan tak lain adalah untuk meningkatkan kinerja ASN di MIN Lumbuk Kemang baik yang PNS, NON PNS, Tenaga Pendidik maupun Tenaga Penunjang, kemudian acara ini juga unuk memupuk rasa kebersamaan, menghidupkan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama, meningkatkan Pelayanan bagi Warga Madrasah dan Wujud dukungan Madrasah yang berwawasan lingkungan. Ungkap Drs. H. Zulkifli dalam arahannya dihadapan seluruh Pegawai yang hadir
Selain melaksanakan rutinitas pekerjaan mendidik kita juga sebagai ASN diberikan kewajiban melaksanakan standar Operasional Prosedur Pelayanan bagi Pihak-pihak yang membutuhkan baik Internal maupun Eksternal. Sebagai Pembina aparatur Sipil Kementerian Agama di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan kami turun kelapangan agar kita memliki visi dan misi yang sama memberikan pelayanan bagi masyarakat “Harap beliau
Mari kita jadikan Pertemuan ini untuk intropeksi diri jangan jadikan silang pendapat sebagai perbedaan tetapi jadikan sebagai bahan kajian bersama untuk kemajuan Madrasah Kita, satukan langkah bekerja dengan giat, tantangan dunia Pendidikan khususnya Keagamaan makin berat. Keberadaan dan kontribusi pendidikan Islam dalam proses pendidikan dan pembangunan Indonesia sesungguhnya bukanlah hal yang sama sekali baru. Lembaga-lembaga pendidikan Islam, khususnya Pondok Pesantren dan Madrasah, telah berkiprah dalam upaya-upaya pencerdasan masyarakat bahkan jauh sebelum era kemerdekaan. Namun begitu, dinamika lingkungan yang berlangsung sangat cepat telah memunculkan banyak tantangan baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Selain masalah "klasik"seputar kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terpuruk dalam era globalisasi, maraknya korupsi, memudarnya semangat kebhinekaan, berkembangnya budaya kekerasan, dan degradasi kualitas lingkungan adalah beberapa masalah kontemporer yang menuntut respons dari dunia pendidikan Indonesia, termasuk pendidikan Islam. Mari kita bentengi generasi kita” Tutup beliau (AA)