Kuansing (Kemenag) Kamis, 23 Oktober 2025, Suasana pagi di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi terasa khusyuk dan penuh makna. Seperti biasanya, kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai kembali digelar, namun kali ini berlangsung dengan nuansa yang lebih mendalam berkat arahan langsung dari Kepala Kantor, Suhelmon.
Kegiatan diawali dengan pembacaan acara oleh Irwan Sutrisno yang memandu dengan tertib dan penuh semangat. Tilawah Al-Qur’an dibacakan dengan suara merdu oleh Risman, menambah kekhusyukan suasana pagi. Sementara itu, Lasmiadi bertugas sebagai penceramah yang membawakan materi bertajuk "Keistimewaan bagi Orang yang Berilmu".
Dalam ceramahnya, Lasmiadi menegaskan bahwa ilmu merupakan cahaya yang menuntun manusia menuju jalan yang lurus. Ia juga menguraikan makna filosofis dari tiga huruf dalam kata ‘Ilmu’ , yakni: Huruf ‘Ain berasal dari kata ‘Illiyyin yang bermakna “tinggi”, menggambarkan kemuliaan derajat orang berilmu. Huruf Lam berasal dari kata Lutfu yang berarti “lembut”, mencerminkan sikap bijak dan santun dalam menyampaikan ilmu. Huruf Mim berasal dari kata Mulku yang berarti “raja”, menandakan bahwa orang berilmu memiliki kekuasaan dalam arti pengaruh dan kemuliaan.
Usai ceramah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kuantan Singingi, Suhelmon memberikan arahan kepada seluruh pegawai. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berjalan rutin setiap Kamis pagi, namun menekankan pentingnya meningkatkan kedisiplinan dan kehadiran secara konsisten.
“Kegiatan pembinaan seperti ini sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter ASN Kementerian Agama. Karena itu, ke depan akan diterapkan sistem absensi agar pelaksanaannya lebih tertib dan setiap pegawai benar-benar hadir mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir,” ujar Suhelmon dengan nada lembut namun penuh ketegasan.
Beliau juga mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap berbagai informasi atau konten yang berkaitan dengan Kementerian Agama yang beredar di media digital seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. “Mari kita lebih aktif dan bijak merespons informasi terkait Kemenag di berbagai platform digital. Tunjukkan citra positif lembaga kita dengan cara yang santun, informatif, dan bertanggung jawab,” pesannya menutup kegiatan pagi itu.