0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Ziarah Kubur di Desa Binuong

Ringkasan: Kampar (Humas) - Dalam rangka mengisi Syi'ar Agama Islam khususnya Ziarah Kubur yang juga dikenal dengan hari raya 6 (enam), Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA mengikuti Ziarah Kubur bersama rombongan Desa Binuong, Kecamatan Bangkinang hari senin (04/08).

Kampar (Humas) - Dalam rangka mengisi Syi'ar Agama Islam khususnya Ziarah Kubur yang juga dikenal dengan hari raya 6 (enam), Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA mengikuti Ziarah Kubur bersama rombongan Desa Binuong, Kecamatan Bangkinang hari senin (04/08).

Dalam ziarah tersebut Fairus mengungkapkan, Ziarah Kubur yang sering dikatakan hari raya enam oleh masyarakat Bangkinang ini dilaksanakan setelah melaksanakan puasa 6 hari dibulan syawal (puasa 6 hari setelah bulan suci ramadhan). Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seolah-olah berpuasa selama setahun”. (Hadis Riwayat Muslim).

Lebih lanjut Fairus mengungkapkan, Hadis ini menjadi hujah kepada para ulama khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk mengamalkan puasa sebanyak enam hari di bulan Syawal selepas berhasil melaksanakan puasa di bulan suci Ramadhan. Setiap amalan ibadah akan dibalas dengan 10 kali lipat. Tiga puluh hari kita berpuasa, pahalanya seperti 300 hari. Jika ibadah ini diikuti dengan enam hari berpuasa setelahnya, maka seakan-akan kita telah berpuasa 360 hari. Dan itulah bilangan hari-hari dalam satu tahun.

Adapun Hikmah dari disyari'atkannya puasa enam hari di bulan Syawwal adalah sebagai pengganti puasa Ramadhan yang dikhawatirkan ada yang tidak sah. Demikian juga untuk menjaga agar perut kita tidak lepas kontrol setelah sebulan penuh melaksanakan puasa, kemudian diberi kesempatan luas untuk makan dan minum. Lebih dari itu, puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh ajaran agama kita, jelas Fairus.

Oleh karena itu, untuk merayakan kemenangan ini (setelah berpuasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan dan diiringi puasa 6 hari di bulan syawal), ataun sebagai bentuk wujud syukur, maka masyarakat Bangkinang melakukan ziarah-ziarah kekuburan karib kerabatnya secara bersama-sama sembari juga untuk mempererat tali silaturrahim antar sesama warga yang diakhiri dengan makan bajambau di Masjid atau di Musholla. tutup Fairus. *** (Ags)