0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Tinjau Banjir di 2 Madrasah

Ringkasan: Kampar (Humas) - Dampak dari pelepasan air dari waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA) Koto Panjang, Beberapa desa di sepanjang Sungai Kampar mulai dari Kecamatan Kuok hingga Kecamatan Siak Hulu kebanjiran. Akibatnya, rumah penduduk dan fasilistas sekolah serta kebun masyarakat terendam air.

Kampar (Humas) - Dampak dari pelepasan air dari waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA) Koto Panjang, Beberapa desa di sepanjang Sungai Kampar mulai dari Kecamatan Kuok hingga Kecamatan Siak Hulu kebanjiran. Akibatnya, rumah penduduk dan fasilistas sekolah serta kebun masyarakat terendam air.

Untuk melihat secara langsung dampak dari banjir tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI meninjau Madrasah-Madrasah yang terkena banjir hari kamis (27/11).

Madrasah-Madrasah yang telah dikunjungi tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Rumbio, dan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Pulau Rambai. Dalam meninjau MTsM Pulau Rambai ini, Kakan Kemenag Kampar menggunakan perahu karet yang telah disediakan oleh tim Basarnas.

Fairus mengatakan, ketingian air di MIS Rumbio ini mencapai lebih kurang 70 cm, sedangkan ketinggian air di MTsM Pulau Rambai mencapai 100 cm. akibat banjir ini, belasan madrasah dan puluhan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA), proses belajar mengajarnya terpaksa diliburkan.

Lebih lanjut Fairus mengatakan, jika dalam dua hari ini air tidak surut (masih banjir), kepada seluruh Kepala Madrasah yang terkena dampak Banjir ini, untuk menyiapkan tempat-tempat atau gedung-gedung yang tidak terkena banjir dalam melaksanakan ujian semester. Yang mana ujian semester ini akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 1 desember 2014.

Kepada tim Basarnas, Fairus juga meminta bantuan dan kerja samanya untuk memfasilitasi para murid-murid madrasah dalam mengikuti ujian nanti. karena, jikan Ujian semester ini tidak dilaksanakan, tentunya akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti bocornya soal atau jawaban.

Ketika ditanya, kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh banjir kali ini, khusus untuk madrasah-madarsah yang berada di Kab. Kampar mencapai 450 juta rupiah. Hal ini dihitung mulai dari peralatan kantor, meja dan kursi yang terendam banjir, tegas Fairus. *** (Ags)