0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Tanamkan Ilmu Agama Sejak Dini

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Al-Qur'an memerintahkan kepada para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang didasari oleh keimanan dan menanamkan nilai taqwa ke dalam hati anak-anaknya. Anak-anak yang lahir ke alam dunia adalah generasi penerus. Mereka adalah tunas-tunas baru yang akan tumbuh d...

Kampar (Inmas) - Al-Qur'an memerintahkan kepada para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang didasari oleh keimanan dan menanamkan nilai taqwa ke dalam hati anak-anaknya. Anak-anak yang lahir ke alam dunia adalah generasi penerus. Mereka adalah tunas-tunas baru yang akan tumbuh dan berkembang. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur’an, Tidak ada pendidikan yang akan membuahkan hasil yang baik kecuali pendidikan yang didasari oleh keimanan. 


Oleh karena itu, mari kita tanamkan Ilmu Agama kepada anak-anak kita mulai dari sejak usia dini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, saat membuka secara resmi acara manasik haji tingkat Raudhatul Athfal (RA) se Kabupaten Kampar, hari rabu (18/10) di Komplek Masjid Jami’ Al-Ihsan Markas Islamik Kab. Kampar.


Alfian mengatakan, Pendidikan Islami harus ditanamkan dari usia dini bahkan sejak dalam kandungan. Karena apabila dari usia dini seorang anak sudah mengenal agamanya dan sudah mulai beribadah kepada Allah  maka insya Allah sampai ia dewasa nanti ia akan terbiasa melakukan ibadah nya dalam kehidupan sehari-hari.


Akhlak mulia akan terbentuk dari pengajaran dan perilaku orang dewasa itu sendiri, karena pada dasarnya anak adalah peniru ulung. Apa yang terjadi pada perilaku anak merupakan hasil tiruan anak dari orang-orang terdekatnya seperti orang tua dan guru disekolah. Maka dari itu didikan Islamiah sangat dianjurkan untuk membentuk karakter dan akhlakul karimah pada anak berdasarkan apa yang telah dicantumkan didalam Al-Qur'an, jelas Alfian.


Alhamdulillah, pada hari ini RA kita telah memperkenalkan dan mengajarkan rukun Islam yang ke-5.  Disini anak-anak kita diajarkan tentang ilmu manasik haji. Melalui peragaan-peragaan yang kita lakukan saat ini, anak-anak bukan hanya tahu teorinya saja tetapi juga  mengerti prakteknya, ungkap Alfian.


Mudah-mudahan dengan dilatihnya tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari rukun haji, syarat haji, wajib haji, sunah haji, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji, dapat menambah ilmu dan wawasan kita, sehingga jika kita dipanggil oleh Allah Swt dalam menunaikan ibadah haji, kita sudah ilmu tentang manasik haji, pungkas Alfian. (Ags/Usm)