Kampar (HUmas) – Setiap Guru hendaknya harus bisa menjadi teladan atau contoh bagi peserta didiknya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA di dampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI saat membuka acara Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2013 tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kab. Kampar hari sabtu (28/12) di Aula Stanum Bangkinang.
Fairus mengatakan, setiap Guru-Guru terutama Guru Pendidikan Agama Islam ini harus bisa menjadi contoh di lingkungan sekolahnya. Jika tidak bisa menjadi contoh, bagaimana mungkin peserta didiknya berbudi pekerti atau berakhlakul karimah. Karena seperti kita ketahui bersama, kurikulum 2013 ini titik beratnya pada Budi Pekerti atau akhlakul karimah dan ini juga merupakan pilar pertama pembangunan Kab. Kampar yakni peningkatan Akhlak dan moral.
Lebih lanjut Fairus mengatakan, Untuk meningkatkan akhlak dan moral kepada peserta didik, tentunya setiap sekolah harus mempunyai labor ibadah atau Musholla. Bagai mana mungkin kita menyuruh anak-anak murid kita untuk beribadah (sholat), sementara Musholla tidak ada. Labor IPA, Labor Bahasa, dan labor umum lainya yang harganya ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah bisa diadakan. Sementara labor ibadah yang hanya lebih kurang seratus juta rupiah tidak bisa kita adakan di sekolah. Oleh karena itu, jika kita ingin meningkatkan akhlak dan moral di sekolah yang pertama kita bangun adalah labor ibadah di setiap sekolah-sekolah.
Yang kedua yang perlu kita kembangkan di sekolah yaitu dengan menghidupkan kembali Rohani Islam (Rohis). Yang ketiga hendaknya Pemerintah memberikan kepada setiap siswa satu Al-Qur’an (One Student One Qur’an). Hal ini bertujuan untuk mendekatkan Al-Qur’an kepada siswa. Karena mukjizat Al-Qur’an ini hanya Allahlah yang tau. Yang keempat adalah Peserta didik (guru maupun siswa) wajib pandai baca Al-Qur’an. Hal ini telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2013 yang sasaranya adalah kepada calon pengantin (Catin), Peserta didik dan Pegawai baik PNS maupun non PNS yang beragama Islam.
Dalam merealisasikan Perda Pandai Baca Al-Qur’an ini untuk disekolah-sekolah tentunya dengan cara membaca Alqur’an setiap 10 menit jam pertama dan 10 menit jam terakhir yang di pandu langsung oleh guru yang bersangkutan dan memastikan kepada siswa untuk membawa Al-qur’an setiap pergi Sekolah dan pulang Sekolah. Yang kelima hendaknya setiap Sekolah membentuk Tim penguji Kefasehan dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini bertujuan untuk menguji guru-guru di setiap sekolah apakah sudah faseh dalam membaca Al-Qur’an atau tidak. Jika semua hal ini bisa kita penuhi, Insya Allah Pilar Pertama Pembangunan Kab. Kampar yakni Peningkatan Akhlak dan Moral yang dicanangkan oleh Pemerintah Kab. Kampar bisa terealisasi dengan baik dan gelar serambi Mekkahnya Prov. Riau tidak hanya kata-kata melainkan sesuai dengan fakta dan nyata, tegas Fairus.
Arahan-arahan ini juga di sampaikan Fairus di hari yang sama di depan Guru-Guru Pendidikan Agama Islam tingkat SMA di Hotel Bangkinang Baru dan dihadapan Guru-Guru Pendidikan Agama Islam tingkat SMK di Wisma Nirvana Bangkinang.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Drs Muhammad Yamin dalam laporannya mengatakan, acara Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2013 ini di adakan di tiga tempat dan di ikuti oleh 200 orang Guru Pendidikan Agama Islam mulai dari SD, SMA dan SMK. Tempat pertama di adakan di Aula Stanum Bangkinang yang didikuti oleh Guru Pendidikan Agama Islam tingkat SD sebanyak 110 orang. Tempat kedua di adakan di Aula Hotel Bangkinang Baru yang didikuti oleh Guru Pendidikan Agama Islam tingkat SMA sebanyak 50 orang. Dan Tempat ketiga di adakan di Aula Wiswa Nirvana Bangkinang yang didikuti oleh Guru Pendidikan Agama Islam tingkat SMK sebanyak 40 orang.
Acara Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam ini diadakan selam 3 hari mulai hari sabtu tanggal 28 desember hingga hari senen tanggal 30 desember 2013. Adapaun Narasumber dari kegiatan ini bersala dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau dan dari Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, tutup Yamin. (Ags)